Tanpa Izin, Staf Hotel Terobos Kamar Tamu di Gresik, Istri Korban Syok

IMG 20260419 WA0025
Hotel Khas Gresik, tempat korban menginap bersama istri

BeeitaGresik.com – Seorang warga Desa Kotakusuma, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, bernama Badai Ardiat, mengalami kejadian tidak menyenangkan saat menginap di KHAS Gresik Hotel di Jl. Panglima Sudirman No.1, Sumberrejo, Pulopancikan, Kec. Gresik, Kabupaten Gresik.

Peristiwa tersebut bermula pada hari Rabu (15/04/2026) sore hari sekitar pukul 17.10 WIB. Saat itu korban melakukan check-in dan mendapatkan kamar di lantai 12. Namun, saat keluar dari lift, kondisi lantai sudah terasa panas dan pengap, seolah tanpa pendingin ruangan.

“Ketika masuk kamar, kondisinya lebih parah. Sangat panas dan AC tidak terasa dingin sama sekali,” ungkap Badai, Minggu (19/04/2026).

Ia kemudian mencoba menghubungi resepsionis melalui telepon kamar, namun tidak berfungsi. Akhirnya, ia turun langsung untuk menyampaikan keluhan. Pihak hotel kemudian memindahkannya ke kamar lain di lantai 8.

Meski kondisi di luar kamar sedikit lebih baik, masalah lain kembali ditemukan. Atap kamar terlihat seperti bekas bocor yang belum diperbaiki, sementara televisi di kamar tidak dapat ditonton dengan jelas karena tampilan yang buram. Teknisi sempat datang, namun perbaikan tidak membuahkan hasil dengan alasan gangguan kemungkinan berasal dari antena.

Selain itu, fasilitas kamar juga dinilai kurang memadai. Saat hendak keluar mencari makan, korban mendapati hanya tersedia satu sandal di kamar. Setelah menghubungi resepsionis, pihak hotel kemudian mengantarkan tambahan sandal ke kamar.

Puncak kejadian terjadi sekira pukul 21.20 WIB. Saat korban tengah beristirahat bersama istrinya, tiba-tiba terdengar bunyi bel kamar. Sebelum sempat memberikan respon, pintu kamar mendadak terbuka dan seorang staf hotel laki-laki masuk ke dalam kamar.

“Tanpa izin, dia langsung masuk dan meletakkan sandal di dekat TV. Kami sangat kaget, istri saya sampai gemetar,” ujarnya.

Baca juga : Pemkab Gresik Beri Tunjangan Kepada 1.067 Penghafal Al Qur’an

Korban langsung menegur staf tersebut. Namun staf hanya berdalih telah menekan bel beberapa kali tanpa ada jawaban. Setelah itu, staf tersebut langsung keluar dari kamar.

Merasa privasinya dilanggar, korban segera turun ke resepsionis untuk melayangkan komplain. Namun, jawaban yang diterima justru dianggap tidak masuk akal, karena pihak hotel sempat menyebut tindakan tersebut sesuai SOP jika bel telah ditekan beberapa kali tanpa respon.

Atas kejadian itu, korban mencurahkan rasa kecewanya di beranda Tiktok miliknya hingga peristiwa ini viral dan mendapatkan tanggapan beragam di kolom komentar.

Belakangan, ketika peristiwa ini sudah viral di medsos pihak manajemen KHAS Gresik hotel menghubungi korban secara langsung dan menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut. Manajemen menjelaskan bahwa tindakan staf yang masuk kamar tanpa izin bukan merupakan prosedur resmi, melainkan kelalaian oknum.

Pihak hotel juga menyatakan akan melakukan evaluasi internal guna mencegah kejadian serupa terulang kembali, khususnya terkait aspek privasi dan keamanan tamu.

Menanggapi hal tersebut, korban mengaku mengapresiasi itikad baik dari pihak hotel yang telah merespons dan bertanggung jawab.

“Saya berharap ke depannya pelayanan, terutama terkait privasi dan keamanan tamu, bisa benar-benar diperbaiki,” tutupnya. (abr)