Categories: BaweanNews

Kisah Nenek 78 Tahun di Bawean, Hidup Miskin Tanpa Tersentuh Bantuan

BeritaGresik.com – Hidup dalam kemiskinan dan usia sudah senja membuat seorang nenek warga dusun Kepongan desa Kebontelukdalam kecamatan Sangkapura kabupaten Gresik Pulau Bawean terlihat miris. 

Nenek Sulaima (78) tinggal seorang diri di rumah yang hanya berlantai tanah, sebagian dinding rumahnya sudah rapuh, dan untuk memasak masih menggunakan tungku dapur terbuat dari tanah dan menggunakan kayu bakar. 

Meski terbilang sudah berusia senja, Nenek Ema sapaan akrabnya masih terlihat kuat mengerjakan pekerjaan rumahnya seorang diri.

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, aktifitas sehari-sehari nenek Ema hanya menghabiskan waktunya dengan menganyam tikar pandan, dan mencari kayu bakar di hutan.

Sedangkan untuk menyelesaikan anyaman satu lembar tikar pandan saja dibutuhkan waktu sekitar satu bulan lamanya lantaran prosesnya yang tidak mudah, mulai dari proses pengambilan daun pandan, menyerut, mengiris, merebus mewarnai dan menganyam.

Dari pekerjaan menganyam tikar pandan ini kemudian dijual untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Kendati hidup dalam keterbatasan ekonomi, Nenek Ema tidak pernah mengeluh meski dirinya tidak pernah tersentuh program bantuan sosial dari pemerintah.

“Sekarang tidak pernah dapat bantuan, dulu pernah dapat bantuan dari desa waktu covid, tapi sudah lama sekali sekitar 3 tahun yang lalu, “kata Nenek Ema, Rabu (06/11/2024).

Kisah pilu Nenek Sulaima ini menjadi salah satu bukti Potret buram betapa masih lemahnya pengawasan pemerintah terhadap berbagai program bantuan sosial yang tidak tepat sasaran, seperti program bantuan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). program penanggulangan kemiskinan dan perlindungan sosial, Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan lainnya.

 Menaggapi hal itu kepala Dinas Sosial (Dinsos) kabupaten Gresik dr Ummi Khoiroh mengatakan pengajuan bantuan sosial seharusnya diajukan oleh pemerintah desa setempat melalui penginputan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), selanjutnya pihak pihak Dinsos melakukan proses verifikasi terhadap data tersebut.

Selain itu, kata dr Ummi penetapan data kemiskinan juga bisa diajukan melalui musdes tentang penetapan data kemiskinan karena pengajukan bantuan sosial harus bersumber dari data yang masuk melalui desa.

“Sebelumnya kami ucapkan terima kasih sudah menghubungi kami dinas sosial, untuk pengajuan bansos bisa melalui desa, dimasukkan ke DTKS, selanjutnya akan dilakukan  verifikasi dan validasi oleh petugas terkait, “kata dr. Ummi Khoiroh melalui pesan Whatsapp (abr)

Reporter : Abrari

Recent Posts

Semangat Hari Santri 2026, UPT SMPN 1 Gresik Perkuat Program Sekolah Moderasi Beragama

BeritaGresik.com - Semarak peringatan Hari Santri setiap tanggal 22 Oktober terlihat di Kota Santri. Sejumlah…

4 days ago

Nelayan Bawean Rekam Tiga Benda Bercahaya Mirip Rudal, Terdengar Tiga Kali Ledakan

BeritaGresik.com – Kemunculan tiga benda bercahaya yang menyerupai rudal di perairan sebelah barat Pulau Bawean,…

1 week ago

Persoalkan Bacaan Al-Qur’an Miftachul Akhyar, Gus Lilur: Mundur Lebih Memuliakan

BeritaGresik.com, Surabaya – HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur mendesak Rais Aam Pengurus…

1 week ago

Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU, Gus Lilur Beberkan Kronologi Pemberian Uang di Medan dan Surabaya

BeritaGresik.com, Surabaya– HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, warga Nahdlatul Ulama (NU) yang…

1 week ago

Gus Lilur Desak Prabowo Copot Nusron Wahid dan Saifullah Yusuf terkait Dugaan Suap Muktamar NU

BeritaGresik.com, Surabaya – HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, warga Nahdlatul Ulama (NU)…

2 weeks ago

Dugaan Suap Muktamar NU Dilaporkan ke KPK, Gus Lilur Ungkap Skema Tiga Tahap dan Lokasi Transaksi

BeritaGresik.com, Jakarta – Kiai kampung asal Situbondo, HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur,…

2 weeks ago