BeritaGresik.com — Penantian panjang Issiyeh (39), seorang ibu hamil risiko tinggi asal Dusun Paginda, Desa Sukaoneng, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Gresik, akhirnya berbuah kelegaan. Pasien menjalani operasi caesar di RSUD Umar Mas’ud Bawean, Senin (14/9/2026), sekitar pukul 09.00 WIB.
Sebelumnya, upaya untuk mendapatkan rujukan ke RS Ibnu Sina Gresik sempat terkendala lantaran pesawat Susi Air rute Bawean-Surabaya tidak lagi menyediakan tiket untuk keperluan emergency. Seluruh tiket penerbangan dijual secara komersial.
Di saat yang sama, dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn) yang bertugas di RSUD Umar Mas’ud Bawean sedang berada di daratan Jawa.
Beruntung, dokter spesialis tersebut akhirnya dapat tiba lebih cepat di Bawean pada Senin pagi (14/9/2026), sekitar pukul 08.00 WIB, menggunakan pesawat Susi Air.
Kedatangan dokter spesialis langsung disambut dengan persiapan oleh tim medis. Setelah menjalani pemeriksaan dan persiapan, Issiyeh kemudian menjalani operasi caesar sekitar pukul 09.00 WIB di RSUD Umar Mas’ud Bawean.
Proses persalinan berjalan lancar. Issiyeh melahirkan seorang bayi perempuan.
Suami Issiyeh, Suni, mengaku sangat bersyukur karena dapat melewati masa-masa menegangkan tersebut. Menurutnya, kelancaran proses persalinan tidak lepas dari bantuan dan kepedulian berbagai pihak yang turut memberikan perhatian kepada Issiyeh dan keluarganya.
Suni juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu kelancaran persalinan anak keduanya tersebut.
“Saya hanya bisa berterima kasih kepada semuanya, terutama kepada Kepala Desa Sukaoneng, Camat Tambak, Kapolsek Tambak, Kepala Dinas Kesehatan Gresik, seluruh tim medis, serta semua pihak tanpa terkecuali,” kata Suni dengan wajah ceria.
Pj. Pimpinan RSUD Umar Mas’ud Bawean, dr. Faizah, mengatakan operasi caesar berjalan dengan baik dan lancar. Kondisi ibu dan bayi juga selamat dalam proses persalinan tersebut.
“Alhamdulillah, operasinya berjalan lancar. Ibunya dalam kondisi sehat dan stabil, sekarang sudah di ruang rawat inap. Bayinya masih dalam proses observasi,” kata dr. Faizah.
dr. Faizah menambahkan, berakhirnya penantian tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa penanganan kehamilan, terutama bagi ibu yang masuk kategori risiko tinggi, membutuhkan perhatian dan pengawasan secara serius.
“Para ibu hamil diharapkan selalu mengikuti arahan tenaga medis, baik bidan desa, dokter, maupun tenaga kesehatan lainnya selama menjalani pemeriksaan kehamilan,” ungkapnya.
Pemeriksaan secara rutin dan kepatuhan terhadap anjuran medis menjadi hal penting untuk mengetahui kondisi ibu dan janin sejak dini. Hal tersebut juga diperlukan untuk menentukan langkah penanganan apabila ditemukan risiko dalam kehamilan.
Terlebih bagi masyarakat di wilayah kepulauan seperti Bawean, kondisi geografis dan keterbatasan akses terhadap dokter spesialis maupun fasilitas kesehatan rujukan menjadi tantangan tersendiri.
“Intinya, komunikasi antara ibu hamil, keluarga, tenaga kesehatan di desa, puskesmas, dan rumah sakit sangat diperlukan agar setiap kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dapat segera ditindaklanjuti,” imbuhnya.
Kisah ini akhirnya ditutup dengan kabar bahagia. Seorang ibu berhasil melewati proses persalinan dan seorang bayi perempuan lahir dengan selamat.
Semoga kejadian tersebut menjadi pelajaran bersama agar ke depan penanganan ibu hamil risiko tinggi di Bawean dapat dilakukan sedini mungkin, terencana, dan sesuai dengan arahan tenaga kesehatan.
(abr)












