Categories: Hukum & KriminalNews

Pengakuan Pengurus Pokmas di Bawean, Uang Diserahkan ke Makelar Usai Dicairkan

BeritaGresik.com – Setelah tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan terhadap beberapa ketua Pokmas sebagai saksi terkait kasus Korupsi Dana Hibah Pemprove Jatim tahun 2019-2022, sejumlah fakta baru mulai terkuak, aroma tak sedap mulai terendus bagaimana dana pokmas tersebut dikelola.

Diduga ada peran makelar yang mengkondisikan pokmas di Bawean, pengkondisian itu meliputi proses pembuatan proposal, pembuatan laporan, proses pengerjaan bahkan pengembalian cash back untuk diserahkan kepada salah satu tersangka dana hibah pemprove Jatim.

Diantaranya, ada sebagian pokmas yang hanya dimanfaatkan untuk mencairkan uang dari rekening bank, namun setelah uang tersebut cair langsung diminta dan diserahkan kepada seorang perantara atau makelar pokmas.

Sehingga saat proses pengerjaan kegiatan,  pengurus dan anggota pokmas banyak yang tidak dilibatkan, mereka hanya dicatut namanya untuk kepentingan pencairan dana pokmas.

Pengakuan ini diungkapkan oleh salah satu pengurus pokmas yang engan namanya disebut di salah satu desa di Pulau Bawean. Dia dan teman-temannya yang juga sebagai pengurus Pokmas diminta untuk mencairkan dana dari Bank dan diantar oleh seorang makelar.

Saat dirinya bersama teman-teman pengurus pokmas lainnya sedang melakukan proses pencairan di Bank, posisi si Makelar menunggu di luar hingga proses pencairan selesai, selanjutnya semua uang yang telah dicairkan oleh ketua dan bendahara pokmas langsung diserahkan kepada si makelar ketika mereka sudah berada di luar bank.

“Saya dan teman-teman pengurus pokmas hanya mencairkan uangnya saja, tapi langsung diserahkan ketika sudah ada di luar bank, “ungkapnya, Kamis (22/08/2024).

Selanjutnya pungurus pokmas dihubungi kembali oleh si Makelar ketika proses pengerjaan kegiatan pembangunan jalan rabat beton di desanya akan dimulai, mereka diajak bekerja seperti warga lainnya dengan gaji Rp. 100 ribu perhari. 

Padahal jika mengacu pada pakta integritas, pokmas yang harus Mengelolah keuangan, melaksanakan kegiatan, memonitor kegiatan fisik harian, serta menyampaikan laporan pertanggungjawaban.

“Waktu mau bekerja saya baru dihubungi lagi, diajak bekerja dengan gaji Rp. 100rb perhari, “pungkasnya. (abr)

Reporter : Abrari

Recent Posts

Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU, Gus Lilur Beberkan Kronologi Pemberian Uang di Medan dan Surabaya

BeritaGresik.com, Surabaya– HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, warga Nahdlatul Ulama (NU) yang…

2 days ago

Gus Lilur Desak Prabowo Copot Nusron Wahid dan Saifullah Yusuf terkait Dugaan Suap Muktamar NU

BeritaGresik.com, Surabaya – HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, warga Nahdlatul Ulama (NU)…

3 days ago

Dugaan Suap Muktamar NU Dilaporkan ke KPK, Gus Lilur Ungkap Skema Tiga Tahap dan Lokasi Transaksi

BeritaGresik.com, Jakarta – Kiai kampung asal Situbondo, HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur,…

5 days ago

Dugaan Politik Uang di Muktamar NU, Gus Lilur Desak KPK Periksa Nusron dan Gus Ipul

BeritaGresik.com, Surabaya – Tokoh masyarakat sekaligus kiai kampung Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R. Abdullah…

7 days ago

Rais Aam PBNU Buruk, Ngamuk ala Cakades Terpuruk

BeritaGresik.com - Kita sering melihat dalam kontestasi Pilkades, banyak calon kepala desa (cakades) membangun jalan…

7 days ago

Geruduk DPRD Gresik, Mahasiwa Bawean Tagih Kepastian Transportasi dan Kesehatan

BeritaGresik.com – Persoalan transportasi laut dan pelayanan kesehatan kembali menjadi sorotan. Aliansi Mahasiswa-Pemuda Bawean (AMPB)…

2 weeks ago