Soal Sound Horeg Saat Momentum HUT RI, Begini Kata Ketua DPRD Gresik

BeritaGresik.com – Fenomena sound horeg  dengan sistem audio yang sangat menggelegar sempat menjadi polemik di tengah masyarakat hingga akhirnya berujung pada fatwa haram dengan syarat tertentu dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur.

Di wilayah Gresik, Sound Horeg sendiri biasanya muncul saat perayaan HUT RI atau menjelang 17 Agustus.

Terkait hal ini, Pemerintah kabupaten Gresik sudah ada regulasinya meski tidak spesifik, yakni diatur di Peraturan Daerah (Perda) No. 2 tahun 2022.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua DPRD Gresik M Syahrul Munir saat mengikuti rapat koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Gresik, Sabtu (09/08/2025).

“Kemarin kami mengusulkan agar senantiasa mengacu kepada Perda Gresik No. 2 tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat,” katanya.

Syahrul menambahkan, kalaupun nantinya ada aturan lain yang lebih tinggi atau revisi regulasi yang ada di Gresik, maka poin usulan DPRD Gresik adalah peraturan yang dibuat nanti harus mengatur secara rinci mengenai kewenangan pemberian persetujuan kegiatan, pembatasan jenis objek, dan pembatasan jangkauan aktivitas.

“Sebenarnya, muatan Perda No. 2 tahun 2022 pada Pasal 16 menyatakan bahwa penyelenggaraan kegiatan tidak boleh mengganggu kegiatan belajar mengajar, pelayanan rumah sakit, tempat ibadah dan lalu lintas,” jelasnya.

Kemudian pada rapat koordinasi Forkopimda itu, ia juga memberi masukan agar kegiatan Sound Horeg menghindar dari rumah dengan penghuni anak bayi dan orang yang sedang sakit, serta zona peternakan karena bisa membuat hewan ternak menjadi stress.

“Pembatasan dan perlindungan masyarakat menjadi tugas kita saat ini. Karena sebagian masyarakat masih pro dan kontra atas penyelenggaraan kegiatan Sound Horeg, terutama pada momen Agustusan,” ujarnya.

Politikus PKB ini, menambahkan aturan kegiatan dengan Sound Horeg masih menunggu surat dari Gubernur. 

Kendati demikian, Forkopimda Gresik sepakat tetap membatasi adanya kegiatan dengan Sound Horeg yang jelas-jelas ada potensi pelanggaran etika, moral, ketentraman, dan ketertiban umum. Apalagi ketentuan dan rekomendasi kesehatan, bahwa ambang batas aman sound adalah 85 desibel untuk pendengaran manusia.

“Hingga saat ini, belum ada aturan atas Sound Horeg. Namun, dari pihak Kepolisian hingga saat ini tidak mengeluarkan izin atas kegiatan tersebut. Mudah – mudahan aturan yang dibuat nanti benar-benar bisa menjadi acuan bagi semua pihak untuk sama-sama menjaga ketentraman dan ketertiban umum,” tambahnya. (abr) 

Reporter : Abrari

Recent Posts

Dihantam Gelombang, Kapal Tongkang Bermuatan Pupuk Berlindung di Bawean, Muatan Tumpah ke Laut

BeritaGresik.com – Sebuah kapal tongkang bermuatan pupuk terpaksa berlindung di perairan Desa Kepuhlegundi kecamatann Tambak…

1 month ago

Warga Minta PT Prima Energy Bawean Segera Salurkan Dana CSR untuk Pulau Bawean

BeritaGresik.com – Desakan terhadap PT Prima Energy Bawean yang saat ini tengah melakukan aktivitas pengeboran…

1 month ago

Polres Gresik Ringkus Pencuri Spesialis Bobol Jok Motor, Penadah Juga Ditangkap

BeritaGresik.com - Unit Resmob Satreskrim Polres Gresik meringkus dua pelaku kasus pencurian di Driyorejo. Dua…

3 months ago

Gadaikan Motor Kekasihnya, Pria di Gresik Terancam Hukuman 6 Tahun

BeritaGresik.com - Seorang pemuda di Gresik, terpaksa duduk di kursi persakitan Pengadilan Negeri (PN) Gresik.…

3 months ago

Sempat Kabur, Maling Motor di Menganti Berhasil Diringkus dan Dihajar Massa

BeritaGresik.com - Jajaran Unit Reskrim Polsek Menganti berhasil mengamankan seorang pelaku pencurian sepeda motor dengan…

3 months ago

Wujudkan Masyarakat Taat Hukum, Pemdes Sukaoneng Bawean Gresik Gelar Penyuluhan Hukum

BeritaGresik.com - Pemerintah Desa (Pemdes) Sukaoneng, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Gresik, menggelar kegiatan sosialisasi penyuluhan…

3 months ago