Keren, Dua Desa di Bawean Ini Terapkan Sistem Layanan Berbasis Online

Kantor Balai Desa Diponggo, Tambak, Bawean Gresik. (Foto: BG/Abr)

BeritaGresik.com – Masyarakat di Desa Diponggo dan Desa Telukjatidawang Kecamatan Tambak Bawean, Kabupaten Gresik, kini tak perlu lagi sibuk antri ke kantor balai desa dalam mengurus keperluan administrasi surat menyurat. Pasalnya, kedua desa tersebut mulai menerapkan sistem pelayanan berbasis online.

Mereka hanya perlu mengakses aplikasi yang sudah disediakan oleh pemerintah desa melalui smartphone maupun PC. Aplikasi itu sudah terintegrasi dengan seluruh database penduduk desa.

Dengan begitu, masyarakat setempat hanya perlu memasukkan nomor NIK, lalu memilih keperluan surat yang mau diurus, maka permohonan layanan warga langsung diproses oleh admin yang bertugas di kantor balai desa.

Kepala Desa Telukjatidawang Fahrurazi mengatakan, melalui aplikasi layanan berbasis online ini, pelayanan surat menyurat sepeti surat keterangan miskin, surat keterangan domisili, surat pengantar izin keamanan dan lainya dirasa jauh lebih cepat dari sebelumnya, karena warga yang datang ke kantor desa hanya tinggal mengambil dokumen yang sudah dicetak terlebih dahulu oleh petugas.

“Pagi-pagi admin sudah mengecek permohonan yang masuk melelui online, kemudian dicetak dan saya tandatangani. Warga yang datang tinggal langsung ambil saja,” terang kades yang baru saja dilantik ini.

Selain itu, aplikasi layanan online yang sudah diterapkan di desa ini dinilai jauh lebih akurat dibanding menggunakan cara manual, karena sistem di aplikasi akan membaca data penduduk sebagai pemohon sehingga terhindar dari salah ketik.

“Aplikasi ini kan membaca database NIK pemohon, sehingga tidak ada salah ketik atau lupa copy paste,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Desa Diponggo Muhammad Salim mengatakan, meski masih tahap ujicoba aplikasi ini sudah dapat diterapkan di desanya. Selanjutnya, akan terus disempurnakan menyesuaikan kebutuhan warga desa.

“Aplikasi ini masih akan terus diupdate dan disempurnakan sehingga kebutuhan warga terkait surat-surat desa dapat terlayani semua melalui online,” kata Salim.

Perangkat desa Diponggo standby dengan aplikasi layanan berbasis online.

Selain berbasis online, aplikasi yang diterapkan di desanya juga bisa diakses secara offline dengan cara memasang komputer server lokal atau lokal area Network (LAN). Ini untuk mengantisipasi ada gangguan pada jaringan internet.

“Tidak usah khawatir, kalaupun jaringan internet mati, kita sediakan Lokal Area Network di kantor balai desa. Hanya saja, kalau jaringan internet mati warga harus mengaksesnya langsung di balai desa,” terang kades yang juga Ketua AKD Kecamatan Tambak ini.

Keuntungan lain menggunakan sistem aplikasi ini, kata Salim, pemerintah desa mempunyai arsip surat secara digital yang tersimpan rapi di server sehingga kapanpun diperlukan bisa dicetak ulang. (abr)

No Response