Categories: News

Tak Setuju Skema Bagi Hasil Parkir Non Tunai, Ratusan Jukir Gresik Gelar Aksi

BeritaGresik.com – Ratusan juru parkir (Jukir) yang tergabung dalam Persaudaraan Parkir Gresik (Perpagres) melakukan aksi unjukrasa di halaman gedung DPRD Gresik. Mereka menuntut pemerintah agar mengkaji ulang efektivitas penerapan Peraturan Daerah (Perda) nomor 3 tahun 2021 yang mengatur tentang penerapan parkir non tunai atau e-parkir, karena dinilai memberatkan para tukang t parkir di Kota Santri.

Dalam aksinya para pendemo membawa mobil komando (Mokom) dan berorasi sembari membentangkan spanduk besar berisi tuntutan mereka. Massa aksi juga beraliansi dengan gabungan aktivis dari Gerakan Penolak Lupa (Gepal).

Koordinator lapangan (Korlap) Aksi sekaligus Koordinator Gepal, Syafiuddin mengatakan, penerapan parkir non tunai dinilai masih banyak menyisakan permasalahan. Selain belum banyaknya masyarakat Gresik yang mengenal sistem Cashless atau QRIS code di smartphone. Juga terkait skema bagi hasil pendapatan yang tertuang dalam Perda, dimana Perda tersebut menyebut 40 persen untuk juru parkir dan koordinator, kemudian 60 persen untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) atau Pemerintah Daerah (Pemda).

“Kami menolak sistem pembagian hasil parkir non tunai 60 persen untuk PAD dan 40 untuk jukir, karena itu sangat memberatkan, kebijakan itu sama halnya menjadikan jukir sebagai sapi perahan pemerintah dengan dalih meningkatkan PAD,” tegasnya.

Bagi syafiuddin, sistem e-parkir bukanlah satu-satunya solusi menangani kebocoran PAD dari sektor retribusi parkir. Sebab ia menduga, kebocoran justru terjadi karena adanya indikasi manipulasi data jumlah surat perintah tugas parkir tepi jalan umum (SPT PTJU), baik manipulasi jumlah titik, maupun besaran pembayaran setiap bulan.

“Belum lagi potensi terjadinya konflik horizontal antar pengelola parkir ketika diterapkan sistem e-parkir tersebut,” ujarnya.

Selama lebih dari satu jam, massa aksi kemudian dijumpai oleh pihak Komisi III DPRD Gresik. Namun karena tidak mendapat jawaban kongkrit, gelombang massa akhirnya bertolak ke kantor Pemkab Gresik untuk menyampaikan tuntutannya. “Kami akan menolak Perda ini jika tidak ada kajian ulang apalagi terkait skema bagi hasil retribusi, disamping itu pembahasan Perda parkir non tunai ini juga sejak awal tidak melibatkan jukir,” tutupnya tegas. (abr)

ABRARI ZUBAIDI

Recent Posts

Tanpa Izin, Staf Hotel Terobos Kamar Tamu di Gresik, Istri Korban Syok

BeeitaGresik.com – Seorang warga Desa Kotakusuma, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, bernama Badai Ardiat,…

6 days ago

Polsek Tambak Bongkar Jaringan Narkoba Bawean, 5 Orang Diamankan

BeritaGresik.com – Jajaran Polsek Tambak, Polres Gresik, berhasil meringkus lima orang terduga pelaku penyalahgunaan narkoba…

3 weeks ago

Jelang Puncak Imlek, Kapolres Gresik Cek Pengamanan di Klenteng Kim Hin Kiong

BeritaGresik.com - Menjelang puncak perayaan Tahun Baru Imlek 2577, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution turun…

2 months ago

Eks Asrama VOC Diratakan, Arkeolog Soroti Dugaan Pelanggaran UU Cagar Budaya

BeritaGresik.com - Arkeolog Gresik Khairil Anwar memberikan sejumlah catatan tentang rencana pemugaran cagar budaya gedung…

2 months ago

Polres Gresik Ungkap Kasus Persetubuhan Anak di Driyorejo, Tersangka Diamankan

BeritaGresik.com – Kepolisian Resor (Polres) Gresik mengungkap kasus dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di…

2 months ago

Terungkap Modus Sosialisasi Palsu di Bawean, Kerudung Gratis Jadi Umpan Penjualan Selang Gas Mahal

BeritaGresik.com –Dugaan praktik penipuan terorganisir dengan modus sosialisasi palsu terungkap di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik.…

2 months ago