Sambari Janji Netral di Pilkada Gresik 2020

Bupati Gresik Sambari saat memimpin rapat Forkopimda Gresik bertajuk Persiapan Pemilukada 2020 di Ruang Graita Eka Praja, Kantor Bupati Gresik, Rabu (27/11/2019). (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Bupati Gresik Sambari Halim Radianto memastikan dirinya bersikap netral pada Pilkada Gresik yang dihelat pada 23 September 2020. Dia juga memastikan dirinya tidak akan maju sebagai Wakil Bupati Gresik.

Pernyataan itu disampaikan Sambari saat memimpin rapat Forkopimda Gresik bertajuk Persiapan Pemilukada 2020 yang berlangsung di Ruang Graita Eka Praja, Kantor Bupati Gresik, Rabu (27/11/2019).

“Meskipun diperkenankan sekalipun, Saya tidak akan mencalonkan diri menjadi Cawabup atau turun jabatan,” kata Sambari.

Selain seluruh anggota Forkopimda, pada rapat itu dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim, Ketua DPRD Gresik, Ketua KPU dan perwakilan dari Bawaslu Gresik, seluruh Kepala OPD dan Muspika se Kabupaten Gresik.

Hal itu juga disampaikan Sambari menanggapi adanya desas desus selamq ini terkait kemungkinan dirinya bakal mencalonkan diri sebagai Cawabup Gresik untuk Pemilukada mendatang.

Sambari juga menyoroti kondisi Gresik yang relatif masih tenang meskipun Pemilukada Gresik sudah di tidak lama lagi.

“Saya belum menjumpai adanya pemasangan banner dan foto secara massive. Keadaan ini menurut saya juga baik. Mungkin para bakal calon pasangan Bupati tengah mendukung pemerintah dalam kebersihan lingkungan,” seloroh Bupati.

Pernyataan Bupati ini ditanggapi oleh Ketua DPRD Gresik Ahmad Yani. Dia mengatakan, meski sampai saat ini gambarnya masih sedikit atau bahkan tidak ada, namun di media sosial sudah ramai.

Pada Pemilukada 2020, Ketua KPU Gresik Akhmad Roni telah mengajukan anggaran Pemilukada sebesar Rp74 miliar. Dari jumlah itu, Roni mengaku 71,4% dialokasikan untuk honor, termasuk honor ad hoc dan 28,6% untuk kebutuhan barang dan jasa.

“Pemilukada kali ini menggunakan sistem pemilihan satu putaran, jadi tidak ada Putaran Kedua. Calon yang memperoleh suara terbanyak ditetapkan sebagai pemenang, tanpa adanya batasan minimal. Pasangan calon tunggal dinyatakan sebagai pemenang apabila memperoleh 50% suara atau lebih,” katanya. (sdm/as)

No Response