Suami Meninggal Kecelakaan di Jalan, Ibu Muda di Gresik dapat Santunan Rp219,7 Juta

Siti Mahzumaroh (23), menggendong anaknya saat menerima dana santunan dari BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur atas krmatian suaminya. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Linangan air mata membahasahi pipi Siti Mahzumaroh (23), warga Gresik, saat menerima dana tunjangan atas kematian suaminya, Choirul Fatihin, yang meninggal karena kecelakaan lalu lintas di wilayah Kebomas saat berangkat kerja pada Juli tahun lalu.

Dia menerima santunan sebesar Rp219,7 juta serta tunjangan pensiun Rp331 ribu per bulan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Siti terlihat menggendong anak satu-satunya, Jihan Nur Mahseta (14 bulan).

Saat ini, perempuan yang tinggal di Desa Gredek Duduksampeyan Gresik ini mengaku belum memiliki usaha apapun sejak menjadi orang tua tunggal bagi balita perempuan yang kini menjadi yatim itu.

“Saya masih belum berpikir dengan diterimanya uang santunan ini. Saya akan mencoba untuk jualan kecil-kecilan, semoga bisa membiayai anak saya ini,” ujarnya lirih.

Lain halnya dengan Riati (40), yang juga ditinggal suaminya, Yahya karena kecelakaan kerja di dalam perusahaan pada Desember lalu. Dia yang saat ini mengaku bekerja di salah satu Perusahaan di Gresik ini mendapat santunan Rp179,3 juta.

Selain itu, ada beasiswa untuk anaknya yang masih sekolah sebesar Rp12 juta, serta tunjangan pensiun Rp 331 ribu tiap bulan.

Selain dua orang itu, ada penerima lain yang menerima santunan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Penerima dana santunan BPJS seluruhnya berjumlah tujuh orang.

Wakil Bupati Gresik Moh. Qosim turut menjadi saksi penyerahan klaim santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yang diserahkan langsung Deputy Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jawa Timur, Dodo Suharto di Ruang Kerja Wakil Bupati Kantor Pemda Gresik, Senin (26/3/2018).

“Saya menyampaikan terima kasih atas pemberian santunan ini, semoga dengan santunan yang diberikan kepada para ahli waris ini bisa bermanfaat dan sekaligus meringankan beban ekonominya,” kata Qosim.

Dia berharap kepada para ahli waris yang telah menerima santunan dari BPJS Ketenagakerjaan dapat memanfaatkan dana tersebut secara maksimal.

Deputy Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jawa Timur Dodo Suharto mengungkapkan, kali ini pihaknya telah menyalurkan klaim santunan JKK untuk 7 orang dengan total Rp1,4 miliar. Selama tiga bulan pihaknya sudah menyalurkan santunan JKK sekitar Rp5 miliar.

“Santunan ini merupakan tanggungjawab kami kepada seluruh peserta BPJS Ketenagakerjaan apabila terjadi kecelakaan kerja terhadap pekerja. Kami harus memenuhi tanggungjawab ini kepada peserta maupun ahli waris,” jelasnya.

Pihaknya juga berharap agar pekerja dan pemberi kerja memanfaatkan BPJS Ketenagakerjaan. “BPJS Ketenagakerjaan, bagi pekerja adalah hak dan bagi Pemberi kerja adalah suatu kewajiban,” jelasnya. (sdm/as)

No Response