Mahasiswa & Warga Tolak Pembangunan Tambak Udang di Kepuhteluk Bawean

Mahasiswa PMII Bawean saat memasang spanduk penolakan rencana pembangunan tambak udang di Dusun Telukkemur, Desa Kepuhteluk, Kecamatan Tambak Bawean, Greaik. (Foto: Istimewa)

BeritaGresik.com – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bawean menolak tegas pembangunan tambak udang di Dusun Telukkemur, Desa Kepuhteluk, Kecamatan Tambak Bawean, Kabupaten Gresik.

Penolakan itu dilakukan mahasiswa dengan membentangkan spanduk di tepi jalan utama Bawean. Mereka menolak pembangunan tambak udang di pesisir pantai Telukemur karena khawatir menimbulkan bau tak sedap dan berakibat buruk bagi ekologis dan biota laut.

“Nantinya berimbas pada kesulitan masyarakat mencari ikan, karena air laut kotor. Mengeluarkan bau yang tidak sedap, dan jika mengenai kulit akan menyebabkan gatal-gatal,” kata Perwakilan PMII Bawean Tabranir Ridho, Senin (23/8/2021).

Selain itu, penolakan terhadap pembangunan tambak udang tersebut juga mengacu pada Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengandalian Pencemaran Air.

Sebelumnya, pembentangan spanduk berisi pernyataan menolak pembangunan tambak udang ini dilakukan oleh warga Dusun Telukkemur dan Dusun Pasirpanjang di tempat yang sama. Spanduk tersebut diketahui sudah terpasang di sana sejak Rabu, (18/8/2021).

“Alhamdulillah sejak ada spanduk dari warga para makelar sudah jarang ditemukan warga. Kami warga disini mayoritas pesisir antisipasi dengan pembangunan itu bisa dimiliki orang luar Pulau Bawean,” ungkap tokoh masyarakat Telukkemur yang enggan disebut namanya.

Menurutnya, warga tidak mempermasalahkan keberadaan tambak udang di tempat itu jika pihak pengusaha tambak menerapkan sistem kontrak atau sewa lahan milik warga setempat untuk pembuatan tambak udang. “Kalau mau sewa atau kontrak kami siap,” imbuhnya.

Terpisah, pengelola tambak udang vanamei CV Arkhaq Putra Muhammad Ishadul Khaq mengatakan, sejauh ini lahan yang sudah terbeli mencapai 70% dari rencana pembangunan. “Kita akan tetap lanjut sampai lahan terbeli, 70 % lahan sudah terbeli,” ungkap Ishadul .

Dia menegaskan, bahwa pembangunan tambak udang di kawasan pesisir Dusun Telukemur ini bisa meminimalisir banjir di area persawahan.

“Sedangkan untuk limbah, kalau berbahaya kenapa masih banyak orang mencari ikan di sekitar area tambak udang di Kepuh Legundi. Dan belakang area tambak juga ada tanaman mangrove yang tumbuh. Bau kotoran saya pastikan tidak menyengat,” tegasnya.

Seperti diketahui, CV Arkhaq Putra akan melakukan pembangunan tambak udang jenis Vanamie di Dusun Telukkemur. Luas lahan yang akan dijadikan tambak membutuhkan 4 hektar. (abr)

Related Search

No Response