Calon Dirut PDAM Diminta Penuhi Target 100% Warga Gresik Jadi Pelanggan

Bupati Gresik Sambari didampingi Wabup Gresik Moh. Qosim saat mewawancarai tiga orang calon Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum Daerah (PDAM) Giri Tirta Gresik. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Bupati Gresik Sambari Halim Radianto menekankan kepada tiga orang calon Dirut PDAM Giri Tirta Gresik untuk memenuhi target 100% masyarakat Gresik menjadi pelanggan PDAM pada 2023 yang akan datang.

Penekanan itu disampaikan Sambari yang didampingi Wabup Gresik Moh. Qosim saat mewawancarai tiga orang calon Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum Daerah (PDAM) Giri Tirta Gresik di ruang Rapat kantor BPPKAD Gresik Senin (22/10/2018).

Ketiga kandidat Dirut PDAM Giri Tirta Gresik yang menjalani tahap pengujian tersebut yaitu Al Kusani, SE, MM. Ratna Achjuningrum, ST. dan Siti Aminatus Zariyah. Mereka diuji dan diwawancarai Sambari dan Qosim tentang kesiapan dan komitmen kedepan setelah menjadi Direktur PDAM Giri Tirta Gresik.

Semua jawaban yang disampaikan oleh ketiga kandidat tersebut ditulis pada selembar kertas bermaterai yang kemudian ditandatangi.

“Jawaban-jawaban ini akan menjadi pakta integritas yang apabila tidak sesuai dengan yang ditulis, yang bersangkutan harus bertanggungjawab” kata Sambari.

Selain soal kesiapan menjadi dirut dan komitmen untuk memperbaiki kinerja PDAM Gresik, peserta ditanya target, strategi hingga pengelolaan SDM PDAM Gresik, termasuk pemberian sanksi kepada pegawai PDAM tang bermasalah.

Menurut Sambari, saat ini jumlah pelanggan PDAM Gresik sebanyak 95.000. Jumlah itu hanya 26,35% dari jumlah KK di Gresik, dengan pendapatan PDAM mencapai Rp126 miliar. Untuk itu, Bupati menanyakan komitmen dan solusi para Dirut untuk percepatan jumlah pelanggan hingga mencapai 100%.

“Saya berharap pada akhir masa jabatan saudara yaitu tahun 2023 jumlah pelanggan PDAM Giri Tirta Gresik sudah bisa mencapai 100%,” ucap Sambari.

Pada seleksi ujian wawancara kali ini, Bupati dan Wakil Bupati Gresik bertindak selaku pewawancara. Sedangkan penilai yakni pim panitia seleksi uji kelayakan dan kepatutan (Pansel UKK) berada di sebelah kiri dan kanan Bupati. Kelompok Pansel yang lain yakni kepala OPD Pemkab Gresik berada di belakang tempat duduk Bupati.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Sutrisno mengatakan, bobot tes wawancara ini nilainya tertinggi yaitu 40%. Sedangkan Phsycotest bobotnya 30% dan uji tulis bobot nilainya 30%.

“Sesuai yang disampaikan Bupati pada setiap kesempatan, bahwa seleksi ini murni dan dijamin tidak ada titipan.  Sejak awal seleksi ini dilakukan para Pansel UKK. Bupati ingin PDAM dikelola oleh orang yang baik dan terseleksi dengan harapan kedepan bisa semakin baik. Bupati bahkan memastikan bahwa seleksi ini murni,” tandas Sutrisno.

Tahapan seleksi ini dilakukan sebagai bentuk transparansi. Sejak awal pelaksanaan, Bupati sudah menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya tidak pernah mengetahuai siapa saja pesertanya. Bahkan dalam penilaian diserahkan kepada  pansel UKK. (sdm/as)

No Response