Semburan Gas di Gresik Dinilai Masih Aman

No comment 3896 views

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto meninjau lokasi semburan gas di Kebomas, Gresik. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Bupati Gresik Sambari Halim Radianto bersama pihak dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) meninjau lokasi semburan gas di Desa Sekarkurung, Kecamatan Kebomas, Gresik, Minggu (22/9/2019).

Semburan gas bercampur air lumpur dan mengandung minyak yang terjadi sejak empat hari yang lalu itu menyita perhatian publik di Kabupaten Gresik. Warga setempat khawatir semburan gas itu membahayakan lingkungan sekitar.

Bupati Sambari bersama Manager Area Gresik-Tuban PT PHE Taryono dan Nurwahidi dari SKK memastikan bahwa semburan gas yang disertai bau tak sedap itu sampai saat ini masih aman.

“Syukur alhamdulillah semburan ini tidak berdampak, kami berharap semburan ini bisa bermanfaat untuk masyarakat maupun pemerintah,” kata Sambari di lokasi semburan gas.

Kendati begitu, dia meminta pemerintah kecamatan, Koramil, Polsek Kebomas, Satpol PP dan petugas pemadam kebakaran untuk mengamankan lokasi di sekitar semburan guna meminimalisir dampaknya terhadap warga sekitar.

Sambari juga mengintruksikan kepada Badan Lingkungan Hidup (BLH) Gresik mengambil tiga sampel air semburan dari tiga sudut berbeda masing-masing sebanyak 10 liter. Air itu diperiksakan ke laboratorium milik PHE, milik SKK Migas dan laboraturium milik BLH Gresik.

Sebelumnya, Sambari memerintahkan kepada BLH Gresik untuk berkoordinasi dengan PHE dan SKK Migas. Dari hasil koordinasi itu, pihak berwenang telah membongkar lokasi semburan gas bercampur air yang selama ini tertutup.

Petugas menggali penampungan dan melokalisir semburan dengan membuat tanggul yang terbuat dari karung pasir memutari area semburan gas tersebut.

Semburan yang menurut pihak PHE dan SKK Migas hanya mengandung 0,03% gas ini tidak terlalu tinggi, hanya sekitar 40 cm. Atas izin kepala desa setempat dan pemilik lahan, pemerintah memasang blower yang tujannya agar gas yang keluar tidak terkonsentrasi di satu titik.

Lokasi semburan awalnya di area tempat usaha persewaan alat berat yang tertutup dengan pagar seng gelombang.

Dalam kesempatan itu Bupati Sambari juga menyebutkan jika saat ini masih ada puluhan sumur minyak tua di Gresik yang selama ini sudah tak berproduksi.

Nurwahidi dari SKK Migas menyarankan agar sebaiknya sumur minyak tua tersebut tidak ditutup, apalagi sampai ditutup dengan cor beton.

Atas kejadian itu, pihak SKK migas dan PHE menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Gresik dan masyarakat yang telah melaporkan dan berkoordinasi dengan PHE dan SKK migas sehingga bisa diantisipasi sejak dini.

Terkait semburan yang terjadi saat ini, Nurwahidi menilai, semburan gas itu belum bisa dikatakan berbahaya, karena baunya tidak terlalu meluas, hanya tercium pada radius beberapa meter saja.

“Saya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Gresik dan masyarakat agar selalu melakukan monitoring terhadap beberapa sumur minyak tua yang ada di Gresik,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, dua unit mobil pemadam kebakaran Pemkab Gresik datang untuk mengamankan dan berjaga-jaga di sekitar lokasi semburan gas. (sdm/as)

No Response