TKI Asal Gresik Meninggal dalam Penerbangan Malaysia-Surabaya

Kepala Desa Ketanen Mat Rofik saat memberi dukungan moriil kepada keluarga korban yang meninggal di atas pesawat. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Seorang TKI asal Panceng, Kabupaten Gresik, meninggal di atas pesawat saat penerbangan dari Kualalumpur Malaysia menuju Bandara Internasional Juanda Surabaya. Korban bernama Mohammad Syafii diduga meninggal karena kehabisan tenaga.

Korban asal Desa Ketanen yang menumpangi pesawat Malaysia Airlines MH871 itu awalnya hendak pulang pada tanggal 16 Mei, tapi tiba-tiba diundur ke tanggal 18 Mei. Setiap bulan puasa, korban selalu pulang kampung untuk berhari raya dengan istri dan cucunya yang ada di kampung halamannya di Panceng, Gresik.

Berdasarkan informasi dari anak korban, Syafaul Huda, yang juga ikut dalam satu pesawat tersebut, saat berada di ruang tunggu bandara di Malaysia korban berkali-kali buang air besar, sehingga kondisi badannya lemas.

Peristiwa meninggalnya korban pertama kali diketahui oleh anaknya. Saat itu, Senin (18/5/2020), pesawat sudah hendak mendarat di bandara Juanda, ketika diberi tahu ternyata korban diam tak memberikan respon apapan alias sudah meninggal dalam kondisi duduk memakai masker di kursi deretan belakang.

Mengetahui kondisi sang ayah yang sudah tak bergerak, anak korban langsung memberitau pramugari. Setelah pesawat mendarat pada pukul 16.00 Wib kemarin, jenazah korban langsung dijemput ambulance KKP kelas 1 untuk dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim.

Kepala Desa Ketanen Mat Rofik mengatakan, korban meningal bukan karena Covid-19, tetapi diduga meninggal akibat mengalami dehidrasi.

“Kata anaknya yang ikut dalam satu pesawat tersebut, korban sempat belasan kali ke kamar kecil untuk buang air besar saat ada di ruang tunggu bandara di malaysia,” kata Mat Rofik.

Sementara Mardiyah, istri korban, saat ditemui wartawan di rumahnya mengatakan, bahwa suaminya sebelum naik ke pesawat sempat melakukan video call dengan dirinya dan memberi tahu jika sudah mau naik pesawat. (as)

No Response