Forkopimda Gresik Kumpulkan Para Ulama Bahas Salat Idul Fitri

Forkopomda Kabupaten Gresik melakukan pertemuan dengan para ulama membahas tata cara pelaksanaan salat Id saat PSBB. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Gresik mengumpulkan para ulama dari berbagai ormas di Gresik, Sabtu (16/5/2020). Pertemuan itu membahas tata cara pelaksanaan salat Idul Fitri di tengah pandemi Covid-19.

Apalagi, saat ini di Kabupaten Gresik sedang diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid II, sehingga jika pun nantinya ada warga yang melaksanakan salat Id tetap harus memperhatikan protokol kesehatan yang ketat.

Seperti diketahui, sebelumnya Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengeluarkan surat edaran terkait imbauan kegiatan takbir dan tata cara pelaksanaan salat Id. Surat diterbitkan 14 Mei 2020 dengan nomor 451/7809/012/2020.

Dalam durat edaran itu dijelaskan adanya kelonggaran aktivitas ibadah bulan Ramadhan dan Idul Fitri dengan memperhatikan beberapa syarat.

“Sesuai itu persis dengan edaran MUI, namun demikian harus ada syarat-syarat yang kami sebutkan di bawah (surat). Sebagai contoh, Masjid Al Akbar jadi mulai masuk sudah dipisah, antrenya sudah diarahkan jaraknya 1,5 sampai 2 meter,” kata Sekda Provinsi Jatim Heru Tjahjono di Surabaya, Jumat (15/5/2020).

Atas dasar surat edaran itu, Forkopimda Gresik melakukan pertemuan dengan para ulama. Di kesempatan itu, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengingatkan bahwa untuk memutus penyebaran Covid, harus didukung oleh semua lemen mansyarakat, khusunya tokoh agama.

“Pemerintah tidak melakukan pelarangan aktifitas keagamaan, tapi hanya melakukan pembatasan, agar penyebarana Covid tidak terus bergerak, menyebar kemana-mana,” ucap Sambari.

Perwakilan dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Gresik menyebutkan bahwa ada 1.207 takmir masjid di Kabupaten Gresik. Sebagian besar dari mereka dikatakan ingin salat jumat dan Idul Fitri tetap diperbolehkan, dengan mengikut aturan protokol kesehatan. (as)

No Response