Puluhan Orang Terjaring Operasi Yustisi Penegakan Protokol Kesehatan di Gresik

Operasi yustisi penegakan protokol kesehatan yang digelar di halaman Kantor Bupati Gresik, Senin (14/9/2020) siang. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Puluhan orang pelanggar protokol kesehatan di Gresik terjaring operasi gabungan yang dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Gresik, Senin (14/9/2020) siang. Para pelanggar langsung disidang ditempat.

Seperti halnya di ruang persidangan, setelah dicatat para pelanggar langsung dihadapkan di depan hakim dan menjalani persidangan. Usai jaksa membacakan tuntutan, hakim menyebutkan pelanggaran yang dilakukan.

Hampir semua tersangka yang terjaring operasi yustisi saat itu mengakui dan menyadari kesalahannya. Mereka membayar denda yang telah ditetapkan, yang ditransfer lewat bank.

Persidangan tersebut disaksikan oleh Bupati Gresik Sambari Halim Radianto dam Wakil Bupati Gresik Moh. Qosim. Tampak juga seluruh anggota Forkopimda Gresik yang ikut memantau langsung proses sidang ditempat para pelanggar protokol kesehatan tersebut.

Mereka di antaranya Penjabat Sekda Gresik Abimanyu Pontjoatmojo Iswinarno, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Infantri Taufik Ismail, Ketua PN Gresik Fransiskus Arkadeus Ruwe dan perwakilan dari Kejaksaan Negeri Gresik.

Sebelumnya, Bupati Sambari bersama anggota Forkopimda Gresik telah melaksanakan rapat koordinasi di Ruang Rapat Mandala Bakti Praja kantor Bupati Gresik. Mereka membahas tentang evaluasi disiplin penegakan protokol kesehatan di Kabupaten Gresik.

“Rakor ini menindaklanjuti pertemuan bersama Gubernur, Pangdam dan Kapolda yang berlangsung kemarin,” kata Sambari.

Menurut dia, tingkat kesembuhan Covid-19 di Kabupaten Gresik mencapai 86%. Hal itu lebih tinggi dari rata-rata kesembuhan di tingkat Provinsi Jawa Timur.

“Saya berharap kepada semua pihak untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat kesembuhan ini sehingga bisa mencapai harapan,” ucapnya.

Untuk itu, Sambari menekankan kepada para camat dan kepala desa di Kabupaten Gresik agar meningkatkan kewaspadaan terhadap wabah Covid-19 di wilayahnya masing-masing.

“Kalau perlu RT dan RW mencatat seluruh aktifitas warganya serta tamu yang datang khususnya yang datang dari zona merah dan zona hitam. Laporkan setiap aktifitas yang mencurigakan. Laporkan kepada kepala desa atau kepada Babinsa dan babinkamtibmas yang ada di wilayah masing-masing” tegasnya.

Kepada seluruh OPD Pemkab Gredik, Sambari memerintahkan kepada mereka agar mendukung kegiatan operasi yustisi, serta ikut mensosialisasikan Perbup 22 tahun 2020 di pasar, lerusahaan, hotel, mall dan lelabuhan.

“Jangan ada kerumunan misalnya ada kompetisi pertandingan sepak bola atau nonton bareng kompetisi bola melalui layar lebar tetap dilarang. Kepada Dispora agar menyurati para kepala desa atas larangan ini. Yang penting sisiplin dan tetap jaga jarak,” kata Sambari. (sdm/as)

No Response