Polsek Tambak Damaikan Dua Pelajar SMP Terlibat Perkelahian

Dua pelajar putri di Bawean yang terlibat perkelahiaan akhirnya berdamai. (Foto: BG/Abr)

BeritaGresik.com – Peristiwa perkelahian pelajar wanita di Pulau Bawean Kabupaten Gresik, yang belum lama ini viral di media sosial menorehkan catatan kelam dalam dunia pendidikan.

Apalagi, perkelahian layaknya gulat tersebut dilakukan oleh pelajar putri yang masih duduk di bangku SMP.

Menyikapi hal itu, jajaran Polsek Tambak langsung melakukan pembinaan dengan cara berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, mulai dari kedua kepala sekolah dimana pelajar itu belajar, sejumlah dewan guru, wali murid serta para pelajar yang terlibat dalam peristiwa itu.

Polsek Tambak bersama pihak sekolah melakukan pembinaan terhadap dua pelajar yang terlibat perkelahian. (Foto: BG/Abr)

Dalam pembinaan ini, Kanit Polsek Tambak Bripka Imam Subari di depan kepala sekolah, dewan guru, wali murid serta sejumlah pelajar mengingatkan bahaya penyalahgunaan media sosial.

“Adik-adik semua harus hati-hati dalam bermain medsos, kejadian ini harus dijadikan pelajaran,” kata Kanit dalam sambutannya, Sabtu (8/12/2018).

Untuk itu, kata Kanit, peristiwa ini harus dijadikan pelajaran bersama agar tidak terulang lagi. Karena penyebaran video seperti ini melanggar undang-undang ITE Nomor 11 tahun 2008 dengan ancaman pidana 6 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.

Hal senada disampaikan kepala SMPN 1 Tambak Rahmad Safari. Dia juga mengingatkan kepada para anak didiknya agar berhati-hati menggunakan media sosial. Rahmad mengibaratkan penggunaan media sosial seperti memakai pisau dapur, bisa digunakan untuk mengiris bawang tapi sekaligus juga bisa digunakan melukai orang.

Usai memberikan pembinaan, kedua pelajar belia yang terlibat dalam peristiwa perkelahian itu langsung dibuatkan surat pernyataan bersama supaya tidak mengulangi lagi perbuatannya serta saling memaafkan satu sama lain.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya dua pelajar perempuan yang masih duduk dibangku SMP di kecamatan Tambak Bawean terlihat perkelahian di kawasan pantai Labuhan desa Tanjungori hanya karena dipicu saling ejek di media sosial. (abr)

Related Search

No Response