Mahasiswa Unjuk Rasa Tuntut Pemkab Gresik Larang Kapal ke Bawean Bawa Penumpang

Puluhan mahasiswa mengelar aksi unjuk rasa di Kecamatan Sangkapura, Bawean, Gresik, Senin (8/6/2020). (abr)

BeritaGresik.com – Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan dirinya Gerakan Mahasiwa Bawean (Gemaba) mengelar aksi unjuk rasa di Kecamatan Sangkapura, Bawean, Senin (8/6/2020). Mereka mununtut agar pemerintah tidak mengizinkan penumpang umum berlayar dari Pelabuhan Gresik menuju Pulau Bawean.

Aksi yang semula diperkirakan diikuti sekitar 40 mahasiswa itu akhirnya tidak diizinkan oleh Polsek Sangkapura, lantaran di masa pandemi tidak dibolehkan melakukan kegiatan atau aktivitas yang mengarah pada pengumpulan massa.

Para mahasiswa akhirnya hanya diperbolehkan menyuarakan aspirasinya di Pendopo Kantor Kecamatan Sangkapura yang diwakili empat orang. Penyampaian aspirasi itu dihadiri oleh Muspika Sangkapura ditambah perwakilan dari UPT Dishub dan Kantor Pelabuhan Bawean.

Koordinator aksi Moh Asep Maulidi mengatakan, aksi yang dilakukan GEMABA merespon sikap masyarakat Bawean yang sangat khawatir dengan terus berdatangannya penumpang kapal dari Gresik ke Bawean.

Dia menilai, pemerintah Gresik kurang serius dalam mencegah penularan Covid-19 ke Bawean. Pemerintah juga dianggap tidak tegas dalam menerapkan protokol kesehatan, terutama bagi orang dalam pemantauan (ODP) dari kawasan zona merah.

“Di lihat dari jumlah medis di Bawean yang terbatas, seharusnya pihak kecamatan mempunyai inisiatif untuk membuat karantina di tingkat kecamatan sehingga kontrol dari tenaga medis itu bisa maksimal,” kata Asep.

Belum usai diskusi di pendopo Kecamatan Sangkapura, para mahasiswa yang lain akhirnya melakukan long march dari Alun-alun Sangkalura menuju kantor kecamatan.

Massa mahasiswa akhirnya membubarkan diri setelah pihak Muspika Sangkapura berjanji akan mengirim surat kepada pemerintah Gresik terkait tuntutan mereka. (abr)

No Response