Penculikan Anak di Gresik, Orang Tua Diminta Perketat Pengawasan

Wakil Bupati Gresik Moh. Qosim saat menjenguk siswi korban penculikan di Cerme, Gresik. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Kasus penculikan anak yang terjadi di wilayah Kabupaten Gresik beberapa hari lalu cukup menyita perhatian publik dan pemerintah daerah. Guna mencegah kejadian serupa, pihak sekolah dan orang tua diminta memperketat pengawasan terhadap anak.

Penekanan itu disampaikan oleh Wakil Bupati Gresik Moh. Qosim pasca kejadian penculikan yang menimpa SAW (11), siswi kelas V SD Cerme, Gresik, Jawa Timur.

“Kalau anak tersebut berangkat kesekolah, orang tua harus memastikan bahwa anak tersebut sudah tiba di sekolah. Juga bila anak tersebut telah pulang dari sekolah, guru juga harus memastikan anak tersebut tiba di rumah. Komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua harus lebih intens” ujar Qosim, kepada Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik, Kamis (6/2/2020).

Mantan pendidik ini juga meminta kepada orang tua agar jangan sampai ada anak yang lepas pengawasan.

“Orang tua harus tahu anaknya kemana, bersama siapa dan sedang apa. Untuk itu, orang tua sejak dini harus mendisiplinkan anaknya agar selalu pamit bila anak akan bermain keluar. Saya juga menghimbau kepada masyarakat tetangga sekitar untuk saling menjaga lingkungannya terutama mengawasi orang asing yang datang ke lingkungannya,” tandasnya.

Upaya penculikan itu terjadi di Desa Ngabetan, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, tak jauh dari rumah korban pada Senin (3/2/2020) malam. Penculikan itu gagal setelah korban berhasil melepaskan sekapan dari pelaku yang ingin membawanya pergi menggunakan mobil.

Saat ini, pelaku penculikan yakni Achmad Muzakki Maulana (25), warga Perumahan Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, telah diamankan polisi setelah kepergok warga melakukan usaha penculikan terhadap SAW (11).

Pasca kejadian itu, Pemkab Gresik terus memantau kondisi kesehatan korban. Vahkan, pada Rabu siang, Qosim mengunjungi korban dan keluarganya di wilayah Kecamatan Cerme, Gresik.

Setelah memberikan bantuan kepada keluarga korban, Wabup Qosim merekomendasikan agar SAW di rujuk ke Rumah Sakit Ibnu Sina Gresik, agar korban diperiksakan di sana, terlebih pihak keluarga menyatakan si korban munta-muntah pasca kejadian itu.

“Alhamdulillah, berdasarkan laporan pihak rumah sakit setelah pemeriksaan, korban dinyatakan sehat. Kami akan terus memantau dan meminta kepada keluarga agar melaporkan apabila dirasakan ada gangguan kesehatan,” ucapnya. (sdm/as)

No Response