Pukat Harimau Resahkan Nelayan Pulau Bawean

No comment 3805 views

Nelayan diduga menggunakan pukat harimau saat menangkap ikan di perairan Bawean. (Foto: BG/Abr)

BeritaGresik.com – Nelayan tradisional di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, dibuat resah dengan penggunaan alat tangkap pukat harimau atau jaring trawl di sekitar perairan Bawean. Pukat harimau diduga digunakan nelayan dari luar.

Peristiwa ini sontak membuat sejumlah kalangan berang, sebab penggunaan pukat harimau dapat merusak ekosistem laut di Bawean. Penggunaan alat tangkap itu juga memgganggu nelayan setempat.

Karena itu, perkumpulan Konservasi Bawean melayangkan surat pemberitahuan kepada Gubernur Jawa Timur terkait maraknya aktifitas nelayan yang tidak ramah lingkungan tersebut.

Dalam surat tertanggal 30 Januari 2020, perkumpulan Konservasi Bawean mendesak agar aparat terkait menindak tegas para nelayan yang masih menggunakan alat tangkap terlarang itu.

Ketua Perkumpulan Konservasi Bawean Muhammad dalam surat yang ditujukan kepada Gubernur Jatim mengatakan, maraknya aktifitas nelayan jaring trawl dapat merusak terumbu karang dan memgancam biota laut di Pulau Bawean.

Selain itu, jaring trawl dikatakan dapat mengakibatkan menurunnya hasil tangkapan nelayan tradisional Bawean. Hal itu juga berpotensi memicu terjadinya konflik antar nelayan di sana.

Karena itu, Perkumpulan Konservasi Bawean meminta aparat terkait segera melakukan operasi gabungan untuk menangkap nelayan pukat harimau.

“Kami sebagai bagian dari masyarakat Bawean berharap kejadian seperti itu segera ditertibkan dan ada tindakan tegas aparat sesuai hukum yang berlaku,” tulisnya lewat surat. (abr)

No Response