Mengenal Ota English, Komunitas Non-Profit yang Tetap Eksis di Tengah Covid-19

Komunitas Ota English di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. (Foto: Istimewah)

BeritaGresik.com – Sudah hampir empat bulan para pelajar harus berada di rumah karena pandemi Cofid-19 yang terjadi di Infonesia. Hal serupa juga dialami oleh sekelompok anak muda yang menjadi staf pengajar di Kampung Inggris Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Mereka tergabung dalam sebuah komunitas non-profit yang diberi nama Ota English. Keberadaan komunitas ini dipelopori oleh M. Indre Wanof, pemuda asal Kota Payakumbuh, Sumatra Barat. Ia dibantu oleh teman-temannya yakni Angga, Aji, Sunni, dan Fitra.

Wabah pandemi virus Corona yang melanda sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Kediri, tidak lantas menghentikan aktifitas belajar yang dijalankan lewat program Ota English.

Menurut Andre, Komunitas non-profit ini telah dibangun sejak 2015 silam. Hal itu berawal dari keinginan mengumpulkan teman-temannya tinggal di rantau untuk belajar bahasa Inggris, segingga Ota English hadir sebagai tempat untuk menajamkan wawasan para anggotanya.

“Awalnya, saya mengumpulkan kawan-kawan dari minang untuk bisa belajar bahasa Inggris secara gratis di Kampung Inggris Pare dalam bentuk komunitas,” jelas Indre di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, sepekan lalu.

Lebih lanjut Indre menjelaskan, awalnya Ota English hanya diisi oleh mayoritas orang-orang dari kampungnya (Sumatra Barat) untuk berbagi mengenai bahasa Inggris dan ilmu-ilmu pengetahuan lain dengan mendatangkan pembicara sepertu akademisi atau lainnya.

Seiring berjalannya waktu, komunitas ini banyak disukai oleh teman-teman luar daerah yang membuat komunitas ini pada akhirnya dibuka untuk seluruh pelajar di Indonesia.

Materi yang diberikan dalam Komunitas Ota English ini tidak hanya bagaimana belajar bahasa Inggris, tapi juga wadah mencari dan mendapatkan beasiswa belajar ke luar negeri, sehingga ke depannya ada banyak pelajar asal Indonesia yang dapat mewujudkan mimpinya untuk bisa melanjutkan studi di luar negeri.

“Harapan saya bersama komunitas ini tentu agar mimpi saya untuk mewujudkan pendidikan gratis bagi seluruh anak-anak Indonesia bisa terwujud di kemudian hari,” ujar Tutor Bahasa Inggris di Kampung Inggris dan Co Founder dari Kampung Course ini.

Sementara itu, masih menurut Indre, untuk mencapai visi ini, maka misi yang dilakukan adalah menjembatani bakat dan minat pemuda pemudi Indonesia, menyediakan informasi terkini seputar pendidikan di dalam dan luar negeri, menjalin kerja sama dengan pihak terkait di sektor pendidikan, serta menyiapkan pemuda yang siap bersaing di era saat ini.

Selain bergerak di bidang pendidikan bahasa Inggris, Komunitas Ota English ini juga bergerak di Ota Environtment (lingkungan) dan Ota Society (masyarakat). “Tujuannya agar tidak hanya belajar, tapi anak muda di Ota English ini juga peduli lingkungan dan masyarakat sekitar,” jelas sarjana ekonomi dari Universitas Kediri ini.

Di tengah situasi pandemi ini, Ota English berubah menjadi komunitas virtual secara daring. Komunitas yang sudah memiliki 150 anggota ini menjadi tempat nongkrong menarik di malam minggu dengan membahas isu-isu menarik seputar ekonomi, politik, lingkungan dan pendidikan, sembari meningkatkan keterampilan bahasa Inggris. (as)

No Response