Bupati Siapkan Perbup Sekolah Tatap Muka di Gresik

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto saat membuka forum Fokus Grup Diskusi (FGD) di Ruang Mandala Bakti Praja Kantor Bupati Gresik, Selasa (24/11/2020). (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Pemerintah Kabupaten Gresik berencana memulai pembelajaran tatap muka di sekolah pada awal semester Januari 2021 mendatang. Saat ini tim hukum Pemkab Gresik tengah menyiapkan konsep Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur sekolah tatap muka.

Hal itu disampaikan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto saat membuka forum Fokus Grup Diskusi (FGD) di Ruang Mandala Bakti Praja Kantor Bupati Gresik, Selasa (24/11/2020). Kegiatan tersebut diikuti para kepala sekolah dan Ketua Komite Sekolah, serta OPD Pemkab Gresik yang membawahi Pendidikan.

“Kami sudah sejak awal merencanakan pembelajaran tatap muka ini meski saat itu belum ada ketentuan dari pemerintah pusat. Kami sudah mengundang berbagai institusi terkait hal itu. Mungkin kami satu-satunya lemerintah kabupaten yang sudah merencanakan lebih dulu dengan menyusun konsep Perbup,” ungkap Sambari.

Dia menjelaakan, saat ini tim hukum Pemkab Gresik tengah mempersiapkan konsep Perbup untuk didiskusikan bersama Forkopimda, lembaga pendidikan, komite sekolah serta para pimpinan OPD di Gresik. Langkah itu dilakukan untuk mendapat masukan dan persetujuan.

Seperti yang disampaikan Bupati, untuk memulai pembelajaran tatap muka yang perlu disiapkan adalah sarana dan prasarana. Lalu, pengaturan siswa yang masuk sesuai kapasitas serta bangku yang ada dalam ruang kelas.

“Kewajiban sekolah untuk melaksanakan sarana prasarana tersebut mulai dari pengaturan dan penyiapan kebersihan kelas, termasuk penyemprotan desinfektan. Penyediaan sarana cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir serta pengaturan menjaga jarak antar siswa,” tandasnya.

Pelaksanaan pembelajaran tatap muka hanya akan diikuti 50% murid maksimal 16 murid pada setiap kelompok. Setiap sesi pembelajaran hanya tiga jam tanpa ada istirahat dan tiga hari dalam seminggu. Setiap kelompok efektif belajar dua hari dan satu hari mengerjakan tugas. Selanjutnya berganti kelompok lain.

“Karena belajar selama tiga jam tanpa istirahat, jadi setiap siswa harus sudah sarapan dari rumah karena tidak diperkenankan membawa makanan. Siswa hanya boleh membawa minuman. Penjualan makanan dan minuman di lingkungan sekolah tidak diperkenankan. Siswa juga tidak diperkenankan naik kendaraan umum,” kata Sambari.

Sementara kebijakan untuk para guru, Sambari meminta agar seluruh guru yang mengajar di Kabupaten Gresik harus berdomisili Gresik.

“Kami sarankan guru yang dari luar kota untuk kost di Gresik. Kalaupun terpaksa, kami mewajibkan untuk rapid test, swab dan pemeriksaan lainnya untuk memastikan para guru tersebut sehat saat mengajar di Gresik,” tandasnya.

Bupati juga tidak melarang apabila ada orang tua murid yang melengkapi sedemikian rupa putera dan puterinya seperti menambah jaket serta pakaian pelindung lain. Namun demikian, Bupati juga mewanti-wanti agar pakaian seragan sebagai identitas sekolah juga harus dipakai.

“Kami juga tidak melarang apabila ada orang tua yang keberatan pelaksanaan pembelajaran tatap muka dan lebih menginginkan daring. Terutama bagi siswa yang sekolahnya melewati wilayah tertentu berzona merah,” kata Bupati.

Bahkan Bupati siap menutup kembali sekolah apabila ada klaster baru di sekolah tersebut atau salah satu murid dan gurunya terkonfirmasi positif Covid-19. Penutupan sekolah juga dilakukan apabila zona merah kembali melanda wilayah setempat. (sdm/as)

No Response