Usai Mendapatkan Asimilasi Dari Rutan Gresik, Mahmud Jalani Masa Tahanan di Rumah

Anggota DPRD Gresik Politisi Nasdem Mahmud (foto istimewa)

BeritaGresik.com — Status salah satu anggota DPRD yang tersangkut kasus penipuan jual beli tanah Mahmud sudah menjalani masa tahanan di Lapas selama tiga hari.

Kini anggota politisi dari partai Nasdem itu sebagai status tahanan rumah usai mendapatkan asimilasi dari Rutan kelas II Cerme Gresik. Dengan menjalani masa tahanan selama tiga hari per tanggal 18 Januari 2021 sampai 20 Januari 2021.

“Tercatat di Lapas di Tahun 2019, dan tanggal 18 Januari 2021 eksekusi disini per tanggal 21 Januari 2021 Mahmud keluar dari Lapas sebagai tahanan rumah. Yang sebelumnya beliau usai menjalani hukuman lima bulan 27 hari,” ungkap Staf Pelayanan Rumah Tahanan Negara Kelas II B Gresik Achmad Nuruddin.

Menurutnya, terpidana Mahmud sudah bebas dari putusan Pengadilan Tinggi (PT) Jatim yang terlibat penipuan jual beli tanah. Namun pihak dari Kejaksaan melakukan kasasi dan diputuskan 1 tahun penjara.

“Nah setelah tiga hari menjalani masa tahanan, yang bersangkutan mendapatkan asimilasi sesuai permekumham No. 32 tahun 2020,” terang Nuruddin saat di Lokasi Rutan Kelas II Cerme Gresik.

 

Proses hukum yang dilakukan oleh politisi background pengusaha itu sudah menjalani masa tahanan selama 5 bulan 27 hari. Dan mendapatkan surat keterangan (SK) dari Kepala Rutan Gresik.

“Sehingga dari asimilasi ini hanya menjalani 6 bulan masa tahanan di Rumah setelah tiga hari di Rutan,” ujarnya, Senin (22/2/2021).

Setelah menjalani masa tahanan di Rumah terpidana tidak boleh bepergian sampai pidana itu habis.

“Kalau ada apa-apa bukan kewenangan kami tapi kewenangan Balai Pemasyarakatan (Bapas) bukan jadi warga binaan, tapi menjadi klien Bapas,” tutur Nuruddin.

Kini, Mahmud memang dilepaskan, tetapi masih dalam pengawasan balai kemasyarakatan.

“Dan sebab yang bersangkutan mendapatkan asimilasi yakni, sudah menjalani setengah masa pidana, dan 2 per 3 masa pidananya tidak lebih dari bulan Juni,” tutup Nuruddin.

Diketahui, dasar Penahanan surat perintah/ penetapan Penahanan sesuai dengan nomor 138K/PID/2020 tanggal 18/01/2021. Mahmud ditahan dengan perkara penipuan pasal 378 KUHP dengan di putus 1 tahun penjara yang diserahkan Jaksa Ferry Hary Ardinato. (abr)

No Response