Lagi, Pencairan Dana Desa Tahap 3 Molor

No comment 776 views

Ilistrasi dana desa

BeritaGresik.com – Molornya pencairan Dana Desa (DD) tahap tiga tahun 2019 di wilayah pemerintahan Kabupaten Gresik menjadi persoalan tersendiri bagi pemerintah desa. Berbagai kegiatan yang sudah dicanangkan menjadi terhambat.

Kendati pengajuan pencairan dana desa dari beberapa desa yang ada di Gresik sudah lama di sampaikan ke Dinas PMD Kabupaten Gresik, namun hingga penghujung Desember 2019 dana desa tahap tiga tak kunjung cair juga.

Ketua AKD Kecamatan Sangkapura Abdul Aziz mengatakan, molornya pencairan dana desa tahap tiga tahun ini berdampak terhadap sejumlah kegiatan di desa. Rencana kegiatan desa yang dialokasikan melalui dana desa tahap tiga terancam tidak terlaksana tahun ini.

Apalagi, kata Kades Daun ini, saat ini sudah memasuki musim hujan, sehingga kegiatan pembangunan infrastruktur dikhawatirkan tidak bisa maksimal lantaran terlambatnya pencairan dana desa.

“Yang saya khawatirkan 40 persen kegiatan desa harusnya dicover oleh dana desa tahap tiga, kalau belum cair juga nanti bisa jadi Silpa,” jelas Aziz kepada Berita Gresik, Kamis (19/12/2019).

Hal senada disampaikan Kepala Desa Diponggo Muhammad Salim. Ketua AKD Kecamatan Tambak itu mengatakan, dana desa tahap tiga tak kunjung cair hingga menjelang tutup tahun 2019 ini. Akibatnya, ia mengaku kesulitan menuntaskan seluruh kegiatan dengan sisa waktu yang sedikit sebelum tutup tahun.

“Pengajuan pencairan sudah dikirim sejak bulan November, tapi sampai sekarang kabar pencairan dana desa tahap tiga belum ada,” keluhnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Gresik Malahatul Farda mengatakan, persoalan pencairan dana desa menjadi domain pihak DPPKAD. Saat ini dokatakam tinggal menunggu pencairan saja. Bahkan, ada desa di Gresik yang sudah cair.

“Ia, banyak yang nanyak kapan cair, padahal dana sudah ada di DPPKAD bukan di PMD. Kan sudah ada yang cair,” katanya.

Menurut Farda, lambatnya pencairan dana desa juga disebabkan lambatnya pengajuan pencairan dari desa sendiri.

“Kan desanya juga yang lambat mengajukan, sudah ada aturannya kapan mengajukan, kapan cair, jadi gak benar kalau pengajuan masih menunggu intruksi dari dinas,” pungkasnya. (abr)

No Response