Wabup Gresik Kenalkan Keindahan Pulau Cena

No comment 1433 views

Wakil Bupati Gresik Moh. Qosim mengunjungi Pulau Cena disela-sela kunjungan kerjanya ke Pulau Bawean, Sabtu (5/10/2019). (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Wakil Bupati Gresik Moh. Qosim meluangkan waktunya mengunjungi Pulau Cena disela-sela kunjungan kerja ke Pulau Bawean, Sabtu (5/10/2019). Saat itu bertepatan dengan Festival Pulau Cena atau parade jhukong, sebutan perahu tradisional Bawean.

Jhukong sendiri merupakan perahu kecil yang digunakan oleh nelayan di Pulau Bawean ketika mencari ikan di laut.
Ciri khasnya adalah bentuknya yang artistik dengan penyeimbang berupa bambu di bagian kanan dan kiri perahu.

Dengan menempuh perjalanan laut sekitar 15 menit dari pantai Jhembengan Desa Teluk Jati Dawang, Kecamatan Tambak, perahu kayu yang dinaiki Qosim tiba di salah satu sisi pulau Cena.

Di tempat itu tampak pemandangan bawah laut dengan terumbu karang yang masih terjaga. Pemandangan alam bawah laut di Pulau Cena rupanya membuat Wabup Qosim terkagum.

“Bawean punya banyak tempat yang eksotis dengan keindahan alamnya. Ini salah satunya, keindahan Pulau Cena dengan terumbu karangnya yang masih alami. Ditambah lagi airnya yang berwarna biru nan jernih,” kata Qosim.

Ia juga mengatakan, Pulau Cena sangat cocok untuk disinggahi wisatawan, terutama bagi wisatawan yang hobi snorkling. “Yang hobinya snorkling, pasti sangat suka di tempat ini,” imbuhnya.

Melihat potensi yang dimiliki Bawean saat ini serta perhatian pemerintah terhadap sektor pariwisata pulau Bawean, Qosim mengajak masyarakat untuk saling kerjasama dalam menjaga dan merawat potensi wisata yang ada.

Sebab, menurut Wabup, pemerintah daerah saat ini tengah berupaya untuk menarik minat para wisatawan agar berkunjung ke Pulau Bawean, Gresik.

“Apabila masyarakat saling kerjasama menjaga kelestarian alam di Bawean, maka pemerintah daerah juga akan ikut andil dalam mempromosikan pariwisata Bawean kepada wisatawan, baik itu domestik maupun mancanegara,” ucapnya.

Dengan adanya sinergi masyarakat dan pemerintah, diharapkan nantinya grafik kunjungan wisata ke Pulau Bawean juga meningkat. Hal itu diyakini akan mendongkrak ekonomi masyarakat Bawean.

“Ini juga akan berpengaruh pada sektor ekonomi masyarakat Bawean. Misalnya saja, ada produk unggulan yang bisa di buat oleh masyarakat dan bisa dijual kepada wisatawan. Bisa berupa kuliner ataupun souvenir,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, juga dilakukan pengukuhan Jhukong sebagai ikon nelayan Pulau Bawean untuk dibawa ke UNESCO agar dipatenkan. (iis/as)

No Response