Sambut Tahun Baru Islam, Masyarakat Desa Diponggo Bawean Gelar Tradisi Unik Ini

Tradisi unik masyarakat Desa Diponggo Kecamatan Tambak Pulau Bawean Kabupaten Gresik, dalam menyambut tahun baru Islam. (Foto: BG/Abr)

BeritaGresik.com – Masyarakat Desa Diponggo Kecamatan Tambak Pulau Bawean Kabupaten Gresik, punya tradisi unik dalam menyambut tahun baru Islam. Mereka menggelar tradisi kirab pusaka peninggalan Mbah Waliyah Zainab berkeliling desa pada Kamis (3/9/2020).

Warga setempat percaya ritual dan tradisi mengarak benda pusaka ini bisa menangkal berbagai “pagebluk” yang tengah melanda.

Acara diawali dengan membaca doa bersama di Masjid yang ada di desa Diponggo. Selanjutnya, mereka mengarak dua bilah tombak dan satu bilah keris peninggalan Waliyah Zainab berkeliling desa sambil membaca doa Dzikir.

Hal yang cukup unik dalam tradisi kirab pusaka di Desa Diponggo ini, yakni hanya boleh diikuti oleh kaum laki-laki saja, dengan membawa tongkat yang terbuat dari kayu Girang.
Sementara untuk kaum wanitanya bertugas mempersiapkan berbagai keperluan lainnya.

Kepala Desa Diponggo Mohammad Salim menjelaskan, kirab pusaka merupakan tradisi warisan leluhur yang harus senantiasa dijaga dan dilestarikan karena sarat dengan nilai-nilai historis dan nilai spiritual yang sangat baik.

Lebih lanjut Kades yang juga sebagai ketua AKD Kecamatan Tambak ini menuturkan, bagi masyarakat di desanya tradisi kirab pusaka selalu digelar pada hari Senin atau hari Kamis di bulan Muharram tahun Hijriyah,

“Bagi warga Desa Diponggo pelaksanaan kirab pusaka selalu dilaksanakan pada hari Senin atau kamis di bulan Muharram,” jelasnya.

Usai melaksanakan kirab pusaka warga diperbolehkan mengambil air yang sebelumnya sudah dipersiapkan dalam sebuah wadah kuningan yang juga peninggalan Waliyah Zainab. (abr)

No Response