kondisi Bangunan Eks Asrama VOC di kawasan Bandar Grisse sebelum dilakukan pembongkara
BeritaGresik.com – Arkeolog Gresik Khairil Anwar memberikan sejumlah catatan tentang rencana pemugaran cagar budaya gedung samping belakang Kantor Pos Gresik Pelabuhan. Terutama persoalan sisa material yang ada.
Menurut dia, material bongkaran gedung yang telah dihancurkan dan rata dengan tanah, harus ada data otentitas untuk dilakukan pemugaran.
“Dari bongkaran tersebut, dilakukan kajian apa material tersebut asli atau tidak untuk memenuhi data bangunan yang akan dipugar. Kalau seandainya tidak memenuhi keaslian bangunan yang sudah dihancurkan, maka sudah jelas tidak bisa dilakukan pemugaran,” ungkapnya, Rabu (4/2/202.
Untuk itu, pihak pemilik aset PT Pos Indonesia Persero segera menunjukkan material kayu maupun lainnya untuk diselamatkan, dan menjadi materi kajian bagi tenaga ahli atau tim ahli cagar budaya (TACB).
“Kalau ternyata tidak ada, maka studi kelayakan untuk rekomendasi pemugaran tidak bisa dilakukan. Dengan alasan material sudah hilang. Saya tidak tahu kayu-kayunya kemana. Mestinya diamankan segera,” jelasnya.
“Studi kelayakan pemugaran harus dilakukan oleh orang yang besertifikat pemugaran atau bagian dari tim ahli cagar budaya,” sambung anggota Perkumpulan Tenaga Ahli Pelestari Cagar Budaya Indonesia (PTAP CBI) itu.
Lalu, bagaimana dengan material yang informasinya diduga dijual belikan. Khairil sapaan akrabnya menyebut hasil penjualan harus dipastikan masuk negara atau tidak.
“Kalau tidak, ya itu menambah rentetan pidana penghancuran cagar budaya,” terangnya.
Selain itu, Arkeolog Pelestari Budaya Gresik itu, menambahkan bahwa pembongkaran hingga penghancuran bangunan wujud kekuatan diplomasi Sunan Prapen itu, tidak hanya melanggar pembongkaran tanpa izin.
Terdapat pasal tambahan pada Undang-undang 11 tahun 2010 pasal 115 (1). Yakni kewajiban mengembalikan bahan, bentuk, tata letak hingga teknik pengerjaan sesuai dengan aslinya.
Terbaru, timnya juga mendapat temuan baru usai bangunan rata tanah. Yakni lubang yang diduga saluran air kuno yang membentang sepanjang Jalan Nyai Ageng Pinatih. Berikut juga cabang yang mengarah ke selatan atau Jalan Basuki Rahmat.
“Tindakan restorasi atau pemugaran perlu data bentuk, ukur hingga analisis kimia dari material asli. Ini perlu segera diamankan,” pungkasnya.
Diketahui, dari data dokumentasi terakhir Disparekrafbudpora Gresik tahun 2025 terlihat sejumlah material kayu masih cukup bagus. Seperti bingkai jendela, pintu bangunan hingga tiang penyangga bangunan. Warna biru telur asin pun masih terlihat bagus hanya kotor karena tidak dirawat. Saat dibangun tahun 1603 silam, material didatangkan langsung dari Belanda.
Namun saat ini kayu-kayu itu tidak ada di lokasi. Eks Asrama VOC itu sudah rata dengan tanah. Material lain seperti bata dan ubin lama masih tampak berserakan di sekitar lokasi.
Sementara itu, sebagai pengelola aset tersebut ,VP Commercial Real Estate Bisnis Pos Properti Ida Ayu Putu Kusuma Dewi, mengatakan, terkait material pasca pembongkaran tersebut, Dewi mengaku saat ini masih meminta kepada pihak ketiga yang membersihkan area tersebut.
“Kami sudah menanyakan materialnya dan pasti kami minta,” imbuhnya.
Pihaknya berharap dari kejadian ini, menjadi pembelajaran bersama. Bahkan mendorong seluruh elemen masyarakat menjaga agar cagar budaya tidak mati.
“Hasil rapat di Pemda kemarin akan dibentuk tim telaah, nanti rekomendasinya seperti apa kita tindak lanjuti,” tuturnya. (abr)
BeritaGresik.com – Kepolisian Resor (Polres) Gresik mengungkap kasus dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di…
BeritaGresik.com –Dugaan praktik penipuan terorganisir dengan modus sosialisasi palsu terungkap di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik.…
BeritaGresik.com – Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Sangkapura kembali mengungkap kasus dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu…
BeritaGresik.com – Puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Gresik semakin menguatkan bahwa pers…
BeritaGresik.com – Nelayan tradisional asal Pulau Bawean yang sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut akhirnya ditemukan…
BeritaGresik.com - Seorang nelayan tradisional asal Pulau Gili Timur, Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean,…