Klaim Asuransi Ribuan Nasabah AJB Bumiputera 1912 Gresik Gagal Bayar

Nasabah AJB Bumiputera Gresik kecewa karena klaim asuransinya tak bisa cair. (Foto: BG/Abr)

BeritaGresik.com – Wajah lesu dan gundah terlihat dari para nasabah Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 program Solusi Bumiputera Taktis (SOBAT) saat mendatangi kantor AJB di Jalan Kartini Gresik. Klaim Asuransi yang semestinya cair sejak beberapa tahun lalu, sampai saat ini belum bisa dicairkan.

Suwandi (59), warga Sidorukun Gresik yang juga pensiunan salah satu perusahaan BUMN itu mengaku sudah berkali-kali mendatangi kantor AJB Bumiputera Gresik. Bahkan, dia mengaku mengajak keluarganya untuk menagih klaim asuransi sebesar Rp55 juta yang semestinya sudah dapat diterima pada bulan Juni 2018 lalu.

“Saya sudah capek Mas, saya sudah berkali-kali mendatangi kantor ini dan menghadap Kepala Cabangnya, tapi tidak ada solusi. Bahkan, dia tidak memberikan jawaban kepastian kapan klaim asuransi milik saya bisa dicairkan,” kata Swandi di Gresik, Kamis (12/3/2020) lalu.

Setahun yang lalu, Suwandi mengaku menerima dana kompensasi uang tunggu sebesar Rp9,5 juta dengan tenggat waktu yang dijanjikan sekitar setahun. Namun, sampai saat ini belum juga ada kepastian.

Seperti halnya nasabah yang lain, Jauharo Windarti, warga Perum GKGA Kedanyang, Kebomas Gresik, juga mengaku dikemplang. Klaim asuransi sebesar Rp20 juta yang semestinya cair pada Maret 2019 lalu, sampai saat ini belum juga cair. Dia hanya mendapat dana kompenasasi sebesar 7% dari dana seharusnya yaitu sebesar Rp1,4 juta.

“Dana tersebut rencananya untuk biaya pendidikan anak saya yang kedua. Dia berharap bisa melanjutkan kuliah sampai S1. Namun karena dana tersebut batal cair, terpaksa hanya berhenti di D3. Saya berharap dalam waktu dekat ada campur tangan pemerintah. Karena selain saya, masih banyak nasabah lain tetangga saya yang tidak dicairkan,” ujarnya sedih.

Ketika dikonfirmasi kepada Kepala Cabang AJB Bumiputera Gresik, Agus Winarto dikantornya, pihaknya mengaku tidak bisa berbuat apa-apa.

“Saya tidak punya kewenangan apa-apa. Saya hanya memfasilitasi antara nasabah dengan perusahaan yang berpusat di Jakarta. Bukan hanya anda saja yang belum dibayar, tapi ada 1.153 nasabah di Gresik yang belum dibayar. Bahkan ,nasabah se Indonesia juga mengalami gagal bayar,” katanya.

Bahkan, dia menyalahkan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mempersulit pembayaran klaim asuransi tersebut.

“Kalau OJK menyetujui, semuanya pasti beres,” ucapnya. Ketika ditanya sampai kapan dana nasabah bisa dicairkan, dia menyatakan hal itu tergantung dari OJK.

Ketika ditanya, apakah dia serta karyawan yang ada masih menerima gaji penuh? Dan apakah dana operasional perusahaan dan lain-lain masih lancar? Dia menjawabnya ya.

Masih menurut Agus, jumlah nasabah di Gresik 1.153 dan yang sudah jatuh tempo dan mestinya harus dibayar sebanyak 934 nasabah, tapi hanya satu nasabah yang sudah diselesaikan. Ketika ditanya, siapa nasabah yang sudah diselesaikan tersebut, dia menolak memberitahu, dengan alasan rahasia perusahaan.

Untuk meyakinkan bahwa dirinya tidak bersalah, Kacab AJB Bumiputera Gresik Agus Winarto juga memberikan nomor ponsel yang katanya Kabag Keuangan kantor AJB pusat bernama Rinto. Namun setelah dihubungi beberapa kali, panggilan telpon pun tidak dijawab.

Kemudian, ia memberikan nomor ponsel yang katanya Dirut AJB Bumiputera 1912, Dirman Pardosi. Setelah dua kali nada dering, panggilan sempat diangkat.

“Hallo, benarkah Bapak Dirman Pardosi?” benar katanya. Namun setelah mengadukan bahwa nasabah Bumiputera Gresik mengalami gagal bayar, dia mengatakan salah sambung. Lalu, telephone dimatikan seketika.

Anehnya, meski sudah ribuan nasabah mengalami gagal bayar, pihak AJB Bumiputera Gresik masih menerima setoran polis asuransi dari nasabah lain. Entah mereka tidak tahu atau memang sudah terlanjur banyak dana yang disetorkan.

Itu tampak dari pembicaraan mereka. Dia mengatakan bahwa sebenarnya dirinya was-was, tapi bagaimana lagi sudah lama dan hampir jatuh tempo. “Kalau tidak dibayar, tentu akan hangus,” katanya ragu.

Tentu, semakin lama dibiarkan dapat dipastikan nasabah Gresik yang dirugikan jumlahnya akan semakin banyak. Kasus ini tidak hanya terjadi di Gresik, tapi juga di seluruh cabang AJB Bumiputera se Indonesia. (abr)

No Response