Mobil Surya ITS Berhasil Selesaikan Rute Darwin-Adelaide

0
545 views
Tim Widya Wahana (WW 5) ITS, Surabaya. (Laily Widya A.)
Tim Widya Wahana (WW 5) ITS, Surabaya. (Laily Widya A.)

BeritaGresik.com – Mobil tenaga surya buatan tim ITS Solar Car Racing Team yang dinamakan Widya Wahana V (WW-5) berhasil menyelesaikan rute dari Darwin hingga Adelaide, Australia. Mobil pertama yang berhasil masuk finish adalah Nuna 8 dari Belanda.

“WW-5 berhasil berhenti di Victoria Square, pusat kota Adelaide pada 22 Oktober lalu dan berhasil menempuh jarak sepanjang 1.638 dari total rute 3.000 kilometer, sehingga WW-5 menduduki peringkat ke-7 dari total 12 peserta,” kata Manajer Tim WW 5, Aufar Nugraha, Rabu (28/10).

WW-5 sudah kali kedua ikut dalam lomba kategori cruiser (kategori mobil yang bisa ditumpangi oleh 2-4 orang) dan menjadi wakil Indonesia dalam kompetisi mobil bertenaga surya World Solar Challenge (WSC) 2015 di Australia pada 18-24 Oktober lalu.

Secara keseluruhan, mobil Widya Wahana 5 berhasil menjalani rute sepanjang 1.638 kilometer itu, karena ketika di Australia masih meraba-raba karakteristik mobil untuk menyesuaikan dengan medan. Hal itu terjadi, karena mobil sebelumnya mengalami kesulitan menemukan jalan sepanjang 3.000 kilometer di Indonesia untuk uji coba.

Untuk mekanisme lomba itu, kompetisi dibagi dalam berbagai tahap, dimana setiap tahap memiliki batas waktu tertentu. Ketika mobil tidak mencapai batas waktu yang ditentukan, mobil tersebut diangkut dengan trailer untuk menuju awal start pada tahap selanjutnya.

“Meski saat dihitung hanya 1.638 kilometer yang ditempuh WW-5, namun WW-5 dari sisi teknologi tidak merasa rendah dari mobil tim lain, karena mobil WW-5 sendiri mempunyai nilai efisiensi yang lebih baik, yaitu hanya memiliki bobot 280 kilogram, sedangkan mobil lain bisa mencapai 300 kilogram,” terangnya.

Menanggapi hasil itu, Dosen Pembimbing Mobil WW-5, Dr M Nur Yuniarto mengatakan untuk level Asia Tenggara, WW-5 menduduki posisi pertama mengalahkan Singapura, Malaysia dan Thailand dalam keseluruhan kelas, bahkan mobil dari Malaysia sempat terbakar karena cara “handling” baterai yang salah.

“Keunggulan WW-5 memiliki bobot yang ringan, yaitu kurang lebih 280 kilogram, sehingga banyak yang memuji mobil karya kami karena menjadi kendaraan yang paling ringan di kelas cruiser, seperti peserta dari Massasuchets Institute of Technology (MIT) dan University of Cambride misalnya,” tuturnya. [ant/zr]