Dhani Irwanto Ungkap Kemiripan Atlantis Dengan Pulau Bawean

0
37 views
Dhani Irwanto dalam diskusi bersama di Pondok Pesantren Penaber, Sukaoneng, Tambak Bawean, Gresik, Selasa (22/8/2017). (Foto: BG/Abr)

BeritaGresik.com –┬áPenulis buku Atlantis Kota yang hilang di laut Jawa, Dhani Irwanto, mengungkapkan sejumlah kemiripan antara Kota Atlantis dengan Pulau Bawean. Kajiannya itu berdasarkan petunjuk dari tulisan Plato, filsuf Yunani.

Hal itu disampaikan oleh Dhani dalam forum diskusi bersama yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Penaber, Desa Sukaoneng, Kecamatan Tambak Bawean, Kabupaten Gresik, Selasa (22/8/2017).

Dalam kesempatan itu, Ahli Hidrologist Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta itu menyampaikan keterkaitan antara Atlantis dengan Pulau Bawean. Dia menilai Bawean erat kaitannya dengan Atlantis.

Bahkan, menurut dia, Pulau Bawean dapat dikatakan kembaran Kota Altantis yang hilang karena terdapat busur geologi yang membentang dari gunung Muria ke laut Jawa menuju Bawean, terus ke Atlantis hingga ke gunung Meratus di Kalimantan.

“Terdapat busur geologi atau gundukan yang menghubungakan Bawean dengan lokasi Atlantis,” jelas Dhani.

Lebih lanjut Dhani memeparkan, dalam tulisan Plato dijelaskan secara gamblang bahwa di Pulau Atlantis ada tiga jenis bebatuan yang juga terdapat di Pulau Bawean, yaitu batu asam yang berwarna putih, batu basah yang berwarna hitam dan batu oksida besi berwarna merah.

Selain itu, menurut Dhani, dalam tulisan Plato juga dijelaskan bahwa di Pulau Atlantis itu terdapat sebuah galangan kapal yang terbuat dari batu yang dilubangi. Kemudian, atap galangan kapal tersebut juga terbuat dari batu.

Dhani menambahkan, untuk membuat galangan kapal seperti itu dibutuhkan jenis bebatuan yang kuat. Jenis batuan yang dimaksud Plato dikatakan punya kemiripan dengan bebatuan di pantai Tajung Gaang, Kumalasa, Sangkapura Bawean, Gresik.

Sampai saat ini, Dhani Irwanto telah mengumpulkan sejumlah bukti tentang kota legenda itu di Laut Jawa. Kajiannya yang telah dibukukan itu dibuat berdasarkan petunjuk tulisan Plato, filsuf Yunani, yang juga mencatat keberadaan Atlantis pada 360 tahun sebelum Masehi.

Bukti tersebut, antara lain, ditemukan di Pulau Bawean yang, dinilai Dhani, merupakan purwarupa Atlantis. (abr)