Mentristek Lihat Penggunaan Rubber Airbag Buatan Dalam Negeri di Gresik

0
127 views
Menristek Dikti Muhammad Nasir menyaksikan langsung penggunaan rubber airbag buatan dalam negeri di PT Marina Indonesia Shipyard, Gresik. (Foto: BG/Kurniawan)

BeritaGresik.com – Menristekdikti (Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi) RI Muhammad Nasir lakukan kunjungan kerja ke PT Marina Indonesia Shipyard, di Jalan Amak Kasim, Kelurahan Sidorukun, Kecamatan Gresik, Senin (20/2/2017).

Kunjungannya kali ini ke perusahaan galangan kapal itu untuk melihat secara langsung produk rubber airbag buatan dalam negeri. Produk tersebut untuk roda kapal ketika sedang docking (galangan) maupun saat akan dilepas ke laut.

Rubber airbag sendiri merupakan produk yang digunakan oleh industri perkapalan untuk membantu proses menaikkan dan menurunkan kapal di galangan, baik dalam pembangunan kapal baru maupun reparasi kapal bekas.

Rubber airbag untuk galangan kapal kini sudah diproduksi di dalam negeri. (Foto: BG/Kurniawan)

Selama ini kebutuhan untuk rubber airbag sepenuhnya diimpor dari Tiongkok. Namun saat ini mulai diproduksi industri dalam negeri, yakni PT Mitra Prima Sentosa yang merupakan salah satu perusahaan penerima insentif Kemenristekdikti tahun ini.

Bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), perusahaan tersebut telah melakukan riset pembuatan rubber airbag, dan saat ini telah menghasilkan prototype yang siap diuji di lapangan.

Dengan kualitas yang sama dengan produk impor sejenis, kelebihan rubber airbag buatan dalam negeri ini adalah dari segi harganya yang diklaim 30% lebih murah dibandingkan harga impor yang mencapai 80 hingga 150 juta rupiah per buah.

Selain itu, karet alam sebagai bahan baku utama dinilai memiliki kelebihan tahan sobek dan tahan gesek. Ke depan, produk ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan rubber airbag di dalam negeri, khususnya bagi industri perkapalan nasional, sehingga impor tidak perlu lagi dilakukan.

Sementara Muhammad Nasir di sela-sela kunjungannya melihat docking kapal di PT Marina Indonesia Shipiyard yang sedang dinaikkan dengan rubber airbag menyatakan, pihaknya sangat mendukung produk rubber airbag buatan dalam negeri.

Produk itu dijatakan dapat meringankan biaya perusahaan galangan maupun pembuatan kapal. “Ini langkah yang bagus. Makanya Kemenristekdikti sangat mendukung,” kata Nasir.

Dia mengakui, rubber airbag sebelumnya harus didatangkan oleh perusahaan perkapalan dengan cara import. Mendatangkan rubber airbag dari Tiongkok dikatakan biayanya sangat besar. “Dengan rubber airbag dalam negeri ini bisa efesiensi biaya,” terangnya.

Pekerja di galangan kapal Marina Indonesia Shipyard mengakui jika kekenyalan balon masih lebih lentur produk luar negeri. Dia juga mengatakan, dalam satu kapal tongkang yang dinaikkan ke darat menggunakan 17 rubber airbag.

Kunjungan kerja Menristekdikti ke PT Marina Indonesia Shipyard didampingi sejumlah pejabat di jajaran Kemenristekdikti. Di antaranya,  Santosa Yudo Warsono, Direktur Inovasi Industri Kemenristekdikti,  Direktur Utama PT Indonesia Marina Indonesia Shipyard, Nugroho Basuki, beserta jajarannya.

Hadir pula Sofian Lesmanto, Direktur Utama PT Mitra Prima Sentosa sebagai perusahaan penerima insentif dari Kemenristekdikti dan Mahendra Anggaravidya, peneliti dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). (wan)