Tahun Depan, Urus 14 Perizinan Ini di Gresik Bisa Lewat Android

0
57 views
Ilustrasi perizinan lewat aplikasi di Play Store Android. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Pemerintah Kabupaten Gresik melengkapi layanan online dengan aplikasi m-SIPADDU DPMPTSP Gresik. Aplikasi yang bisa diunduh di Play Strore Android ini rencananya akan di launching pada awal tahun 2018 mendatang.

Hal itu disampaikan mantan Kepala Dinas Penanaman Modal  dan Perijinan Terpadu Satu Pintu Pemkab Gresik Agus Mualif dalam kegiatan sosialisasi aplikasi m-SIPADDU DPMPTSP Gresik di hadapan sekitar 150 orang peserta perwakilan dari berbagai perusahaan yang ada di Gresik.

Menurut Agus, rencana launching aplikasi m-SIPADDU DPMPTSP Gresik akan dihadiri oleh pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kehadiran aplikasi m-SIPADDU DPMPTSP Gresik ini melengkapi berbagai layanan berbasis online yang ada sebelumnya. Antara lain aplikaai dr. Kepo (Kependudukan Online), SiBling (Sistem Informasi Laboratorium Lingkungan), GoPloong (Go Pelayanan Limbah Domestik Online Gresik) dan Posyandu Go.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Perizinan Usaha, Perizinan Tertentu Dan Non Perizinan Bambang Irianto mengungkapkan, ada 14 perizinan di Kabupaten Gresik yang sudah bisa dilayani secara online dari total 82 izin yang ada.

“Memang tidak semuanya izin yang bisa kami layani secara online. Tapi ini sebuah terobosan yang bagus mengingat sejak tahun 2015 yang bisa kami layani online hanya 6 perijinan,” kata Bambang.

14 perijinan yang bisa dilayani online yaitu, Izin pemanfaatan ruang (IPR), Izin Lokasi, Izin Tata Ruang (Siteplan/blokplan) dan perubahannya. Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Izin Gangguan (HO), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Tanda Daftar Gudang (TDG).

Izin Pendirian Satuan Pendidikan Dasar (SD dan SMP), Izin Operasional Satuan Pendidikan Dasar (SD dan SMP). Izin Pendirian Pendidikan anak Anak Usia Dini (PAUD), Izin operasional Pendidikan Anak Usia Dini (PSUD), Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK) dan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPPIRT).

Sementara izin yang lain menurut Bambang sedang dalam pengembangan menuju perizinan secara online. Dengan izin online diharapkan dapat mencegah image negatif, karena tidak ada lagi transaksi dimeja maupu  pihak ketiga.

“Semuanya dilakukan dengan online dan ada kepastian biaya yang menggunakan e payment,” tandas Bambang Irianto kepada Kepala Bagian Humas dan protokol Suyono.

Terkait diberlakukannya perizinan online ini, Kabag Humas Suyono menyatakan, selain untuk meningkan pelayananan, hadirnya izin berbasis online ini nantinya juga akan memberikan perlindungan dan kepastian hukum kepada masyarakat.

“Pelayanannya semakin pendek, cepat, mudah murah, transparan, pasti dan terjangkau. Tentu saja hal ini memberikan pelayanan yang lebih luas kepada masyarakat,” tambah suyono. (sdm/as)