Telusuri Kronologi Bentrok Suporter, Tim GTS Kunjungi Gresik

0
479 views
Ketua Panpel Persegres Choirul Anam (paling kanan) sedang memandu tim PT GTS keliling Stadion Tri Dharma Petrokimia Gresik, Rabu (25/5/2016). (Foto: Media Officer Persegres)
Ketua Panpel Persegres Choirul Anam (paling kanan) sedang memandu tim PT GTS keliling Stadion Tri Dharma Petrokimia Gresik, Rabu (25/5/2016). (Foto: Media Officer Persegres)

BeritaGresik.com – Tim dari PT GTS yang terdiri atas Direktur Kompetisi Ratu Tisha Destria, anggota Komdis Yeyen Tumena, serta Head Security Nugroho mengunjungi Gresik pada Rabu (25/5/2016). Kedatangan mereka berhubungan dengan tragedi kerusuhan suporter yang terjadi pada Minggu lalu saat laga Persegres kontra PS TNI.

Begitu mendarat di Bandara Juanda Surabaya, rombongan langsung menuju Stadion Tri Dharma Petrokimia yang menjadi tempat kejadian perkara. Kehadiran mereka disambut Ketua Panpel Persegres Choirul Anam beserta perwakilan manajemen Hendri Febry, Hendra Febry, Divisi Komersial Adha Hari Seno, serta Media Officer Sahlul Fahmi.

Selain untuk melihat tempat kejadian perkara, menurut Tisha kehadiran mereka di sini juga untuk mendengarkan secara langsung kronologi kejadian dari pihak Panpel Persegres serta pengurus suporter Ultras.

“Yang terpenting adalah ketemu dengan pihak Persegres untuk kami kroscek mengenai insiden bentrok yang melibatkan suporter Ultras dan PS TNI,” jelasnya.

Menurut agenda, sidang Komdis rencananya akan digelar pada Kamis (26/5) sore di kantor PT GTS Jakarta. Yeyen mengatakan bahwa pihaknya akan berusaha sangat objektif dalam mengumpulkan data dan fakta di lapangan agar kasus ini mendapatkan solusi terbaik.

“Kami akan bekerja sesuai data fakta di lapangan,” ucap mantan pemain timnas jebolan Primavera itu.

Usai mengelilingi stadion, rombongan PT GTS menyempatkan diri mampir di kantor sekretariat Persegres yang terletak di Jalan Basuki Rahmat Gresik untuk mendapatkan laporan kronologi resmi dari Ketua Panpel, denah stadion, serta data pendukung lain yang diperlukan.

Nugroho Setiawan yang mewakili divisi security PT GTS mengatakan, bahwa nantinya PT GTS akan melakukan pendampingan bagi Panpel Persegres dalam hal manajemen resiko.

“Situasi dalam pertandingan sepak bola kan tidak selalu sama, jadi butuh penanganan yang berbeda-beda. Untuk itu, dibutuhkan manajemen resiko. Ini yang nantinya akan kami sosialisasikan kepada semua klub,” kata Nugroho.

Sementara Ketua Panpel Persegres Choirul Anam mengatakan, pihaknya sangat terbuka dengan kehadiran tim investigasi dari PT GTS.

“Tak ada yang kami tutupi dan laporan kronologi kejadian sesuai dengan data fakta yang terjadi di lapangan. Dan apapun keputusannya saya serahkan sepenuhnya kepada komdis, saya yakin mereka adalah orang-orang yang profesional sehingga bisa menilai secara bijaksana dalam melihat kasus ini,” ucap Anam. (as/media officer)