Direktur Kompetisi Sayangkan Kejadian Rusuh Suporter di Gresik

0
143 views
Direktur Kompetisi Ratu Tisha Destria, saat melakukan investigasi kejadian rusuh suporter di Stadion Petrokimia Gresik. (Foto: Persegres GU)

BeritaGresik.com – Manajemen Persegres GU kedatangan Direktur Kompetisi Ratu Tisha Destria, Minggu (11/6) kemarin. Kehadiran Tisha ke Gresik guna melakukan investigasi seputar kejadian rusuh suporter yang terjadi pasca pertandingan Persegres kontra Persela beberapa waktu yang lalu.

Melalui akun resmi klub, Pihak Persegres Gresik menjelaskan, bahwa Tisha beserta rombongan dari Liga Indonesia Baru (LIB) saat itu langsung menuju Stadion Tri Dharma Petrokimia Gresik yang menjadi tempat kejadian perkara rusuh suporter.

Selama melakukan investigasi Tisha juga didampingi dari tim panpel Persegres GU diantaranya Choirul Anam (Ketua Panpel), Totok Siswanto (GC), Sri Suwandi (security officer), serta beberapa staf manajemen Persegres.

Selain meminta keterangan dari pihak panpel, Tisha juga meminta keterangan dari pihak keamanan mengenai kronologi terjadinya kerusuhan.

Sebagai pelengkap, pada Minggu malam, Tisha yang ditemani oleh jajaran managemen klub juga melakukan sharing dengan para petinggi Ultras di Pit-Stop Kopi yang terletak di Jl. Panglima Sudirman 95 Gresik.

Ini merupakan kali kedua Tisha datang ke Gresik. Pada musim lalu di kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC), Tisha beserta rombongan juga melakukan investigasi kerusuhan yang terjadi di Stadion Petrokimia Gresik akibat terjadinya bentrokan antara kelompok suporter Ultras dengan pendukung PS TNI. Karena itu perempuan alumnus FIFA Master 2013 tersebut sangat menyayangkan kejadian-kejadian rusuh yang terjadi di Gresik.

“Kejadian kerusuhan tentu akan merugikan klub dan suporter itu sendiri. Bagi klub hukuman denda pasti akan diterima. Hal tersebut masih ditambah dengan hukuman pertandingan tanpa penonton. Sedang bagi suporter hal itu akan merusak nama baik, apalagi suporter Ultras selama ini telah dikenal sebagai salah satu suporter terbaik di Indonesia,” ucap co-founder LabBola ini.

Lebih lanjut perempuan lulusan Jurusan Matematika Institut Teknologi Bandung ini berharap ke depannya nanti kejadian rusuh suporter tak terjadi lagi di Gresik, sebab menurut dia Gresik adalah kota yang sangat potensial bagi berkembangnya sepak bola. Untuk itu dirinya turut prihatin atas terjadinya dua kerusuhan suporter yang terjadi dalam dua musim terakhir.

“Sudah saatnya klub dan suporter saling bersinergi sesuai porsinya demi berkembangannya sepak bola di daerahnya masing-masing. Jika sudah begitu secara otomatis imbas positifnya akan dirasakan secara nasional,” jelas perempuan kelahiran Jakarta 30 Desember 1985 ini. (as)