Penambang Batu Kapur, Bertaruh Nyawa Demi Rupiah

0
1,227 views

BERITA FOTO РPenambangan batu kumbung atau biasa disebut bata kapur di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik telah berlangsung secara turun temurun sejak 1970.

Jenis tanah endapan keras atau dikenal dengan istilah batuan sedimen dari endapan kapur sekilas mirip bebatuan, namun tak sekeras batu pada umumnya. Batu ini kurang lebih sama seperti bata merah yang terbuat dari tanah liat.

Dari waktu ke waktu, penggalian bata untuk bahan bangunan itu membentuk dinding bangunan peninggalan masa silam atau menyerupai sebuah ngarai dan goa-goa dengan kedalaman hingga 50 meter dari permukaan tanah.

Bagi sebagian orang, bekas galian itu merupakan suatu pemandangan yang indah. Namun, dibalik keindahannya itu bahaya longsor selalu mengintai para pekerja dan pemukiman warga sekitar.

Kendati begitu, resiki bahaya tersebut terkadang dilupakan oleh para pekerja. Padahal, sebelumnya sudah pernah ada korban yang tertimbun tertimbun galian di lokasi penambangan batu itu.

Mereka hanya berpikir untuk memperoleh bongkahan batu bata putih berukuran 70×20 centimeter sebanyak-banyaknya. Kemudian hasilnya dijual dengan harga Rp 5.000 per batang.

Meski berbahaya, penambangan itu tetap berlangsung karena ada sekitar puluhan orang menggantungkan hidupnya dari menambang batu kapur. Ibaratnya, mereka mempertaruhkan hidup demi hidup. (teks dan foto oleh : wan)