AMP Extension page

10 Incumbent Terpilih Lagi di Pilkades Serentak Gresik

Suasana pelaksanaan Pilkades di salah satu desa di Gresik. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Pelaksanaan Pilkades serentak pada 19 desa di Kabupaten Gresik, Minggu (29/10), berjalan lancar dan aman. Sebanyak 10 incumbent atau petahana terpilih kembali di Pilkades, sedangkan 5 incumbent lainnya tumbang.

Demikian menurut data yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemkab Gresik Tursilowanto Hariogi melalui Kepala Bagian Humas Pemkab Gresik, Suyono, Senin (30/10/2017).

Para calon kepala desa incumbent yang masih dipilih kembali oleh warganya yaitu, Abdul Karim Aly Kades Tanggulrejo Manyar, Miftahul Huda Kades Kandangan Duduksampeyan, Mas’ud Kades Wedoroanom Driyorejo, Edy Suparno Kades Kepuhklagen Wringinanom.

Kemudian, Syafi’i Kades Bunderan Sidayu dan Sujari Kades Mriyunan Sidayu, Maslichan Kades Sukowati Bungah, Khamid Kades Sidorejo Bungah, In’am Kades Ketapanglor Ujungpangkah, serta Abdul Aziz Kades Daun Sangkapura.

Sedangkan 5 calon kepala desa incumbent yang harus mengakui keunggulan pendatang baru terjadi di desa Pejangganan Manyar, Panjunan Duduksampeyan, Desa Menganti Kecamatan Menganti, Tebuwung Dukun, dan Karangrejo Ujungpangkah.

Fenomena menarik yang juga terjadi pada Pilkades Gresik 2017 kali ini, yaitu beberapa desa para cakadesnya masih satu keluarga. Ada tiga desa yang cakadesnya suami-isteri, yaitu Wedoroanom Driyorejo, Desa Bunderan Sidayu dan desa Sidorejo Bungah.

Sementara cakades yang masih satu keluarga juga terjadi di desa Sukowati Bungah yaitu antara bapak dan anak, Desa Boteng Menganti, ibu dan anak  dan di Kecamatan Manyar, ada pertarungan saudara sepupu yang memperebutkan suara memperebutkan Kades Tanggulrejo.

Menurut Tursilo, salah faktor munculnya cakades dari dari satu keluarga ini karena adanya aturan Permendagri 112 tahun 2014 tentang Pilkades. Pada aturan itu disebutkan bahwa cakades minimal dua orang dan paling banyak lima orang.

“Karena hanya ada satu cakades dan tidak ada cakades lain yang maju. Maka panitia pilkades setempat menyiasati dengan menyiapkan calon lain yang diambil dari keluarga dekatnya. Hal ini untuk menghindari pembatalan pemilihan. Hal ini sah menurut aturan,” ungkap Tursilo kepada Kepala Bagian Humas Suyono.

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto didampingi Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik Suyono menyatakan, bahwa seluruh proses pilkades serentak Gresik tahun 2017 ini berjalan sukses.

“Saya berterima kasih Kepada semua pihak, utamanya jajaran Forkopimda Gresik, yang telah ikut serta mensukseskan Pilkades serentak di 19 desa. Kami melihat jajaran dari Polres Gresik dan Kodim 0817 Gresik yang ikut berperan menjaga stabilitas keamanan di Gresik,” ujar Sambari.

Dia berharap agar cakades terpilih sesegera mungkin melakukan rekonsiliasi di desanya masing-masing. “Keamanan dan stabilitas politik harus dikedepankan untuk pelaksanaan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya .(sdm/as)

No Response