SK Kepengurusan DPC PPP Gresik Diprotes

0
296 views
Acara tasyakuran terbentuknya pengurus baru DPC PPP Kabupaten Gresik periode 2016-2021. (Foto: BG/Kurniawan)

BeritaGresik.com – Kegiatan tasyakuran terbentuknya jajaran kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Gresik periode 2016-2021, diwarnai adanya protes dari tim formatur, Senin (30/1/2017).

Sejumlah Pengurus Anak Cabang (PAC) dan tim Formatur DPC PPP Gresik menolak kepengurusan yang ditetapkan dalam Surat Keputusan (SK) Nomor 28/SK/DPW/C/I/2017 oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jawa Timur.

“Kewenangan kami ‘dikebiri’, bahkan saat rapat tim formatur dengan DPW, kami hanya diberitahu melalui SMS (Short Message Service). Tahu-tahu SK sudah keluar,” ujar Zainul Arifin Tim Formatur DPC PPP Gresik di hadapan pengurus PAC di Kantor DPC PPP Gresik, Jl Nyai Ageng Pinantih.

SK yang diterbitkan DPW PPP Jawa Timur mengamanahkan Achmad Nadir sebagai Ketua DPC PPP Kabupaten Gresik. Nadir didampingi Sekretaris DPC PPP Khoirul Huda dan Bendahara Muhaimin Abdillah.

Sementara Nur Qolib yang diharapkan oleh PAC menjadi Sekretaris DPC PPP Gresik, justru namanya tidak muncul di susunan pengurus harian. Sekadar informasi, Nur Qholib saat ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Gresik dari Fraksi PPP.

Sedangkan Anwar Sadad, Tim Formatur lainnya memastikan akan mengambil langkah bersama PAC untuk mengajukan protes ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP), bahkan Mahkamah Partai, sehingga aspirasi PAC bisa terealisasi, yaitu Nur Qholib menjabat sebagai Sekretaris.

Ketua DPC PPP Kabupaten Gresik Achmad Nadir membenarkan jika sebagian besar PAC menolak pembentukan kepengurusan PPP Gresik yang baru. Dia mengaku siap mendampingi langkah yang akan diambil oleh para PAC PPP di Gresik.

“Ini adalah dinamika berpolitik, penolakan itu adalah hal yang wajar, semua ini demi kebaikan partai. Kami akan mendukung langkah yang akan ditempuh selanjutnya. Saya sudah berkali-kali berkomunikasi dengan DPW dan DPP, kami akan mereview ini,” ucapnya.

Sementara itu, Khoirul Huda mengaku tidak tahu menahu terkait kronologi keluarnya SK kepengurusab baru ini. “Saya siap apapun yang diamanahkan kepada saya,” ujarnya.(wan)