Pilkades Berbasis IT di Gresik Curi Perhatian KPU dan DPR RI

0
53 views
Ketua KPU Pusat Arief Budiman, Ketua Komisi II DPR RI Zainudin Amali dan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto saat meninjau Pilkades berbasis IT di Gresik. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Penggunaan teknologi dan informasi (TI) pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Gresik rupanya mencuri perhatian KPU Pusat dan DPR RI. Mereka bahkan meninjau langsung Pilkades berbasis IT yang diterapkan di wilayah Gresik, Minggu (29/10/2017).

Mereka yang datang meninjau langsung ke Gresik yakni Ketua Komisi II DPR RI Zainuddin Amali dan Ketua KPU Pusat Arif Budiman. Keduanya didampingi Bupati Gresik Sambari Halim Radianto terlihat memantau pelaksanaan Pilkades di desa Kepuhklagen Wringinanom Gresik.

Saat itu, Keduanya memuji pelaksanaan Pilkades di desa tersebut yang sudah memanfaatkan IT. Pelaksanaan Pilkades serentak di Gresik digelar di 19 desa. Dari jumlah desa tersebut ada 5 desa yang pelaksanaan pilkadesnya memanfaatkan IT.

Beberapa Pilkades yang memanfaatkan IT yakni di Desa Kepuhklagen Kecamatan Wringinanom, Desa Tulung Kecamatan Kedamean, Desa Daun Kecamatan Sangkapura Pulau Bawean, Desa Panjunan dan Desa Kandangan di Duduksampean.

Di Kepuhklagen, Sambari mencoba masuk sebagai pemilih dengan memeriksa jarinya pada finger mesin. Karena tidak terdaftar sebagai lemilih, maka data Sambari tidak keluar. Keadaan ini juga dialami oleh Ketua KPU, Arif Budiman yang saat itu tengah mengunjungi pilkades di desa tersebut.

Katena itu, saat memantau pelaksanaan Pilkades di Desa Kepuhklagen Wringinanom, Arif Budiman dan Zainudin Amali mengapresiasi pelaksanaan Pilkades di Gresik yang sudah membuat terobosan dengan memanfaatkan IT.

“Pemutakhiran Data Pemilih Tetap (DPT) serta pemanggilan pemilih berbasis IT yang dilakukan Bupati Gresik adalah sebuah lompatan besar inovasi. Hal ini akan saya sampaikan kepada Mendagri atau pada saat rapat komisi, bahwa Gresik sudah selangkah lebih maju,” kata Amali.

Senada disampaikan Ketua KPU Arief Budiman. Menurut dia, penggunaan IT dalam Pilkades di Gresik merupakan terobosan bagus. Ia mengapresiasi upaya Bupati Gresik dan berharap ke depan Indonesia bisa melaksanakan pemilu digitalisasi sampai pada pemilihan dengan e-voting.

“Pemerintah pusat harus mendukung upaya baik ini dan harus kita dukung bersama. Di luar negeri trend pemilu sudah banyak yang memaksimalkan digital penuh,” ujar Arief.

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto menyatakan, pilkades berbasi IT ini merupakan bentuk inovasi Pemkab Gresik. Dia mengakui jika sistem itu masih terdapat banyak kekurangan. Namun, pihaknya akan melaksanakan perbaikan-perbaikan untuk penyempurnaan.

“Ada sedikit kelemahan misalnya sensor finger yang lambat mendeteksi. Hal ini karena jari pemilih yang berkeringat dan kotor. Namun hal ini tidak mengganggu karena secara manual para pemilih sudah terdata dengan baik,” papar Sambari.

Dengan sistem yang ada sekarang ini, kata Sambari, tidak ada lagi pemilih yang bisa mencoblos sampai dua kali karena masuk dan keluar, para pemilih harus melaksanakan finger scaner. Selain itu menurut abari, DPT yang ada saat ini sudah dibersihkan dari pemilih ganda.

Terkait pembersihan data pemilih ganda, kepada Kabag Humas Pemkab Gresik Suyono, Sambari mengatakan pihaknya sudah melaksanakan validasi data sebanyak 88%. “Selebihnya yang belum tervalidasi adalah penduduk Gresik yang sedang bekerja di luar negeri,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas Pemkab Gtesik Suyono merinci Desa yang melaksanakan pilkades serentak kali ini yaitu, Desa Tanggulrejo dan Pejangganan (Manyar), Desa Kandangan dan Panjunan (Duduksampeyan) dan Desa Wedoroanom (Driyorejo).

Kemudian, Desa Putatlor, Boteng, Menganti (Menganti), Desa Tulung (Kedamean), Desa Kepuhklagen (Wringinanom), Desa Bunderan dan Mriyunan (Sidayu), Desa Sukowati dan Sidorejo (Bungah), Desa Tebuwung (Dukun), Desa Sekapuk, Ketapanglor, Karangrejo (Ujungpangkah) dan Desa Daun (Sangkapura Bawean). (as)