Proyek Kerap Molor, Dewan Sentil Pemkab Gresik

0
93 views
Ketua DPRD Kabupaten Gresik Abdul Hamid bersama Bupati Gresik Sambari Halim Radianto. (Foto: BG/Kurniawan)

BeritaGresik.com – Ketua DPRD Gresik Abdul Hamid mengungkapkan, tahun 2016 lalu terdapat sejumlah proyek besar dengan dana APBD atau DAK (Dana Alokasi Khusus) yang nilainya miliaran rupiah tidak tuntas pengerjaannya.

Banyaknya proyek yang pengerjaannya tidak sesuai dengan waktu disebut karena lambatnya proses lelang. Karena itu, Hamid menekankan kepada pihak terkait agar proses lelang proyek dilakukan lebih awal, sehingga pengerjaannya tepat waktu.

“Kami tidak ingin fenomena proyek dengan lelang yang pengerjaannya tidak tepat waktu di tahun 2016 terulang di tahun 2017. Untuk itu, OPD terkait harus melakukan lelang lebih awal,” kata Hamid kepada BeritaGresik.com Selasa (18/4/2017).

Proyek itu diantaranya, pengadaan mebeler di Dinas Pendidikan dengan pagu Rp 9 miliar lebih. Proyek tersebut tidak bisa dituntaskan oleh rekanan pemenang, karena pelaksanaan lelang terlambat. Akibatnya, rekanan terkait harus diputus pekerjaannya di tengah jalan dan di-blacklist.

“Idealnya bulan Maret-April 2017 lelang sudah dimulai. Sehingga, sebelum akhir tahun anggaran proyek besar sudah rampung dikerjakan,” terangnya. Hamid juga meminta agar Pemkab Gresik tidak lagi memberi kelonggaran terhadap pengerjaan proyek yang belum selesai di saat tahun anggaran sudah tutup. “Tradisi itu tidak baik, jangan diulangi lagi,” ujarnya.

Menurut dia, Pemkab Gresik selama ini kerap memberikan toleransi kepada para rekanan atau kontraktor untuk tetap melanjutkan pekerjaan proyek, meski penggunaan APBD sudah tutup buku atau akhir Desember.

“Dimana rekanan yang belum bisa menuntaskan proyek hingga akhir tahun diberikan toleransi antara 50 hari bahkan 60 hari dengan konsekuensi denda,” pungkasnya. (wan)