Nubuat Tampuk Kepemimpinan Partai Golkar

0
408 views
Achsanul Yakin R, Wasekjen Partai Golkar
Achsanul Yakin R, Wasekjen Partai Golkar

BeritaGresik.com – Tak lama lagi, paling lambat sekitar Mei 2016, Partai Golkar akan melaksanakan gelaran Munaslub sebagai titik balik persatuan partai.

Momen yang sejatinya dilaksanakan lima tahun sekali itu, akhirnta dimajukan. Hal itu terjadi karena adanya konsensus politik imbas polemik atau konflik yang hampir satu tahun mendera partai beringin tersebut.

Munaslub akhirnya disepakati karena banyaknya desakan dari grasshold atau kader di tingkat bawah kepada kedua kubu, baik kubu Golkar hasil Munas Bali maupun kubu Golkar Munas Ancol.

Sejumlah elemen partai terus menyuarakan disudahinya pertikaian internal ini, hingga senior partai kuning pun terpaksa turun gunung dengan membentuk tim transisi yang dikomandani oleh Jusuf kalla yang juga mantan Ketua Umum partai Golkar.

Ide dasar dibentuknya tim kecil yang beranggotakan para senior dan juga ketua umum kedua kubu bertujuan untuk mengakhiri sengketa kepengurusan masing-masing kubu melalui mekanisme internal organisasi.

Bak gayung bersambut, kubu Munas Bali melaknakan Rapimnas, forum tertinggi setelah Munas. Lewat pidato politiknya, Aburizal Bakrie, menyatakan bahwa munaslub adalah solusi dari pertikaian panjang partai golkar. Walaupun mereka sempat menolak keberadaan tim transisi di bawah komando JK.

Sebenarnya, usulan munaslub itu juga jauh-jauh hari telah disuarakan oleh kubu Munas Ancol.

Munaslub yang akan digelar sebelum bulan puasa itu mengundang perhatian seluruh kader partai, baik di tingkat pusat maupun daerah. Utamanya kader yang berpotensi untuk menjadi bakal calon ketua umum lima tahun kedepan.

Setidaknya ada sekitar tujuh orang yang kapabel memegang tongkat kepemimpinan partai pemenang Pemilu ini, yakni Priyo Budi Santoso, Ade Komarudin, Setya Novanto, agus Gumiwang, Erlangga Hartanto, Aziz Syamsudin, Idrus Marham.

Ketujuh bakal calon itu nantinya akan terpolarisasi minimal menjadi empat calon terkuat yang akan bertanding di arena Munaslub.

Dari kubu Ancol ada Priyo Budi Santoso, dan Erlangga Hartanto yang akan bertarung. Sementara dari kubu Munas Bali, nama Idrus marham dan Ade Komarudin diperkirakan akan memperebutkan pemilih hingga akhir.

Namun, hingga kini belum tanpak ide dab gagasan cemerlang dari ketujuh bakal calon tersebut dalam upaya memperbaiki Partai Golkar yang tengah terdegradasi karena konflik yang berkepanjangan akibat perilaku oknum kader yang menyakiti rasa keadilan.

Jika ada seorang bakal calon yang mengusung ide cemerlang, dia akan mendapatkan simpati dari pemilik suara (DPD I dan II). Berkaca dari gelaran Munas sebelumnya, calon terpilih adalah sosok yang mampu menarik simpati pemilih dengan gagasan dan ide yang diusungnya.

Bukankah telah banyak kita saksikan bahwa Partai Golkar adalah the party of idea. Partai yang dikelolah atau digerakkan dengan ide-ide cemerlang oleh para kadernya.

Achsanul Yakin R, Wasekjen Partai Golkar