Usai Gotong Keranda Mayat di Acara Karnaval, Siswa SMPN 1 Cerme Tewas Kecelakaan

0
482 views
Lokasi terjadinya lecelakaan yang menewaskan siswa SMPN 1 Cerme, Gresik. (Foto: BG/Amn)

BeritaGresik.com –┬áSeorang pelajar SMPN 1 Cerme Kabupaten Gresik meninggal setelah mengalami kecelakaan saat melaju di jalan dari arah Cerme menuju Morowudi, Kamis (31/8/2017). Korban kecelakaan itu diketahui bernama Rizal Sarifuddin.

Saat kejadian, korban di bonceng oleh teman akrabnya yang diketahui bernama yasir. Saat itu, keduanya mengendarai sepeda motor Beat warna putih biru.

Berdasarkan keterangan warga yang ada di sekitar lokasi kejadian, waktu itu sepeda motor korban melaju dari arah Cerme menuju morowudi. Saat melintas di depan Puskesmas Cerme, sepeda motor korban hendak mendahului mobil di depannya.

Sementara dari arah yang berlawanan tiba-tiba juga ada pengendara sepeda motor yang melaju kencang. Saat itu kedua sepeda motor bersenggolan hingga akhirnya sepeda motor yang dikendarai korban oleng dan hilang keseimbangan.

Pengemudi motor, Yasir, terpelanting jatuh ke kiri, sementara Rizal Sarifuddin terjatuh ke kanan. Naasnya, disaat bersamaan ada drum truk warna hijau melaju kencang dari arah belakang, sehingga siswa kelas 9 SMPN 1 Cerme itu masuk ke kolong truk.

Akibatnya, korban Rizal Sarifuddin mengalami luka di bagian punggungnya. Selain itu, darah segar mengalir dari hidungnya. Korban pun meninggal seketika di lokasi kejadian karena luka berat yang dialaminya.

Salah satu guru di SMPN 1 Cerme Gresik yang namanya tak mau disebutkan mengaku sedih atas kehilangan murid kesayangannya itu. Apalagi, korban dikenal aktif mengikuti berbagai kegiatan di sekolah.

Korban saat mengikuti kegiatan karnaval yang diadakan pihak sekolah. (Foto: BG/Amn)

Sebelum peristiwa naas itu terjadi, korban sempat mengikuti kegiatan karnaval yang diselenggarakan sekolah. Dalam acara ini, setiap kelas mengeluarkan berbagai tema untuk karnaval. Sementara kelas korban mengeluarkan tema keranda mayat.

Saat acara karnaval, korban bersama si pengemudi motor aktif menggotong keranda mayat. Tema keranda mayat itu sempat dilarang guru kelasnya, tapi teman-teman korban tetap ngotot mengangkat tema itu, sehingga pihak sekolah pasrah.

Tak mengira kalau keranda mayat dalam karnaval waktu itu menjadi kenyataan fan pertanda akan hilangnya salah satu siswa di kelas 9 tersebut,” kata ibu guru dengan satu anak yang tak ingin namanya disebut.

Ummi, salah seorang tetangga korban juga mengaku kehilangan karena anak tersebut aktif di musholla yang ada di kampungnya, yakni di daerah Ngebret Cerme. “Anak itu rajin menyapu musholla dan adzan saat waktu sholat tiba,” kenang Ummi. (amn)