DPRD Gresik Minta Pendaftaran Mudik Gratis ke Bawean Tak Bertele-tele

H. Subki, anggota DPRD Kabupaten Gresik asal Pulau Bawean. (Foto: BG/Abr)

BeritaGresik.com – Program populis yang diadakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur berupa mudik gratis pakai kapal laut dari Gresik ke Pulau Bawean pada tahun ini disambut antusias masyarakat atau para calon pemudik yang hendak berlebaran di kampung halaman.

Namun demikian, program itu dinilai masih terkendala hal teknis dan klasik. Diantaranya, para calon pemudik harus mendaftar sendiri ke kantor Dishub Gresik dengan membawa kartu identitas untuk dapat menimati mudik gratis ini.

Model pendaftaran mudik gratis seperti dirasa cukup menyulitkan bagi warga kepulauan Bawean yang saat ini masih berada di berbagai kota yang relatif jauh dari Gresik, bahkan ada di luar negeri.

“Bagaimana bagi pelajar yang saat ini berada di Jogja, Malang, Jakarta dan lainnya, mereka tidak mungkin datang ke Gresik hanya untuk booking tiket,” kata H Subki, anggota DPRD Kabupaten Gresik asal Bawean, Kamis (31/5/2018).

Politisi Demokrat ini menyayangkan teknis pelaksanaan mudik gratis Gresik-Bawean yang dianggapnya masih belum fleksibel dan cenderung menyulitkan bagi masyarakat Bawean yang ingin menikmati fasilitas mudik gratis.

Menurutnya, perlu ada solusi praktis dan tidak berbelit agar program populis ini benar-benar dapat dinikmati warga dengan prosedur yang dipermudah.

“Saya berharap Dishub Gresik bisa memanfaatkan kemudahan teknologi yang ada saat ini, misalnya pendaftran via email atau online, tetapi tetap melampirkan kartu identitas. Dengan begitu, warga Bawean yang ada di mana pun dapat menikmati mudik gratis ini,” ujarnya.

Selain dapat memberikan kemudahan bagi warga Bawean yang masih berada di berbagai daerah, menurut Subki, pemanfaatan teknologi juga dapat menghindarkan program ini dari praktik percaloan.

“Kalau pendaftaran secara manual ini alasannya supaya terhidar dari praktik percaloan, justru dengan teknologi semuanya bisa terjawab,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Abdul Hamid, salah satu warga kepulauan Bawean yang saat ini tinggal di wilayah Gresik daratan. Dia menilai, aturan yang diterapkan pihak dishub berkenaan dengan mekanisme pendaftaran bagi calon pemudik masih bertele-tele.

Hamid mencontohkan kebijakan bahwa perdaftaran mudik gratis dapat diwakilkan anggota keluarga dengan menyodorkan bukti kekerabatan dalam satu KK atau meminta surat keterangan dari kepala desanya masing-masing.

“Sudah banyak yang meminta dikirimi KK, ada juga yang meminta surat keterangan dari kepala desa, ini kan menyita banyak waktu, masak tidak ada cara yang lebih simpel,” keluhnya.

Sebagaimana diketahui, pada tahun ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengadakan program mudik dan balik gratis, salah satunya mudik gratis dengan naik kapal laut dari Gresik ke Bawean mulai 7 Juni 2018 mendatang. (abr)

No Response