Calo Beraksi, Tiket Kapal Tujuan Bawean Dijual Mahal

0
558 views
Penumpang memperlihatkan tiket kapal sebelum kapal berangkat ke Pulau Bawean. (Foto: BG/Amn)

BeritaGresik.com – Setelah sempat tak beroperasi selama sepekan akibat cuaca buruk yang terjadi di laut Jawa, mulai hari ini, Selasa (31/1/2017), kapal yang melayani penyeberangan Gresik-Bawean ataupun sebaliknya sudah mulai normal.

Ratusan calon penumpang kapal yang sebelumnya tertahan di sejumlah penginapan yang terdapat di Gresik, kini sudah bisa melanjutkan perjalanannya ke Pulau Bawean. Sebab, kapal penyeberangan sudah beroperasi lagi.

Nurul halimah, salah seorang mahasiswi di Sekolah Tinggi Hasan Jufri Bawean, mengaku senang karena kapal beroperasi kembali, sehingga dia bersama teman-temannya bisa pulang ke pulau Bawean.

Tumpukan barang di dalam kapal Gili Iyang. (Foto: BG/Amn)

Hanya saja, dia kecewa karena harga tiket kapal Gili Iyang yang semestinya hanya Rp 69 ribu ternyata dijual Rp 100 ribu. Mahalnya harga tiket tentu menambah beban calon penumpang yang sebelumnya sudah terdampar di Gresik gara-gara tak ada kapal.

Mahsiswi berkerudung tersebut meminta supaya petugas terkait sering mengawasi praktik calo tiket. “Agar harga tiket yang sudah ditetapkan tidak dimanfaatkan oleh calo,” kata Syifa, mahasiswi STIT Hasan Jufri.

Kepala Syahbana Gresik Hermanta mengatakan, pada hari ini ada dua kapal yang diberangkatkan menuju Pulau Bawean, yakni kapal cepat Express Bahari dan Kapal Gili Iyang.

Kedua kapal diizinkan beroperasi kembali karena kondisi cuaca sudah membaik. Sebelumnya, tinggi gelombang laut Bawean selama seminggu mencapai 3 meter lebih. Hari ini hingga 1 Februari 2016, tinggi gelombang laut maksimal 2 meter.

Gelombang setinggi 2 meter merupakan batas tertinggi untuk pelayaran kapal yang terbuat dari viber glass. “Pada tanggal 2 hingga 5 Februari 2017, gelombang buruk kembali terjadi di laut Bawean, dengan ketinggian 4 meter” kata Hermanta. (amn)