Ratusan Pelajar Bawean Antusias Nonton Film G30SPKI

0
17 views
Ratusan pelajar dan santri Mambaul Falah di Pulau Bawean, Gresik, ikut nonton bareng film G30SPKI. (Foto: BG/Abr)

BeritaGresik.com – Ratusan pelajar di sekolah Mambaul Falah Bawean, Gresik antusias ikut acara nonton bareng (nobar) film G30-S/PKI, Jumat (29/09/2017). Kegiatan nobar ini berlangsng di halaman Madrasah Bertaraf Internasional Mambaul Falah Tambilung, Sukaoneng, Kecamatan Tambak Bawean, Kabupaten Gresik.

Acara nonton film yang sempat berhenti tayang pasca reformasi 1998 ini digagas oleh Koramil 0817/18 Tambak atas intruksi panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Selain para siswa, kegiatan tersebut juga disambut antusias oleh warga sekitar.

Masyarakat setempat turut hadir berbaur bersama para pelajar dengan serius mengikuti alur cerita hingga usai. Tidak hanya itu, hadir pula beberapa kepala desa dan aparat dari kepolisian Polsek Tambak.

Sebagian besar di antara para pelajar mengaku baru pertama kali menonton film yang menceritakan pemberontakan PKI dan tewasnya tujuh jenderal pahlawan revolusi tersebut.

Sekekali mereka juga berteriak histeris saat menyaksikan adegan penyiksaan terhadap para jenderal yang dilakukan oleh PKI dalam film tersebut.

Ahmad Rizki Mubarok, pelajar kelas 12 ini mengaku baru pertama kali menonton film G30SPKI. Setelag menyaksikan alur cerita dalam film tersebut Rizki mengaku terharu, terutama melihat kekejaman yang dilajukan PKI terhadap para jenderal yang disebut dewan jenderal dalam adegan film.

“Iya, saya baru pertama kali menonton, seru sekaligus terharu melihatnya”, ungkapnya.

Pendapat senada juga disampaikan oleh Moh Zainullah yang juga pelajar kelas 12. Dia juga mengaku baru pertama kali menonton film tragedi G30SPKI. “Saya juga belum pernah nonton, baru pertama kali ini, ternyata begini ceritanya,” Zainullah.

Usai acara nonton berlangsung, Komandan Koramil Tambak Kapt Inf Bambang di depan para siswa dan santri mengatakan, bahwa pada 1965 pernah terjadi tragedi G30SPKI. Tujuannya, yakni ingin mengubah ideologi Pancasila dengan paham komunis.

Dan Ramil juga mengimbau kepada para siswa agar waspada dan tetap menjaga keutuhan NKRI. “Jangan sampai terulang lagi, PKI komunis tidak beragama, karena itu kita kibarkan bendera setengah tiang sebagai bentuk duka dan belasungkawa,” pungkasnya. (abr)