Belum Ada Solusi Penyeberangan, Bekal Calon Penumpang Menipis

0
538 views
Para calon penumpang kapal ke Pulau Bawean tertahan di sejumlah penginapan yang ada di Gresik. (Foto: BG/Amn)

BeritaGresik.com – Dampak cuaca buruk yang melanda perairan laut Jawa sepekan terakhir, khususnya perairan laut Bawean, melumpuhkan transportasi kapal laut yang melayani penyeberangan dari pelabuhan Gresik menuju pelabuhan di Pulau Bawean.

Akibatnya, terjadi penumpukan para calon penumpang tujuan pulau Bawean. Hal itu terlihat di setiap penginapan yang ada di sekitar pelabuhan Gresik. “Sekarang semua kamar terisi,” kata Marfuah, pemilik penginapan di Gresik, Senin (30/1/2017).

Selain warga Bawean sendiri yang tertahan di penginapan Gresik akibat tidak ada kapal, kondisi yang sama dirasakan Farah Azhari, warga asal Malaysia yang hendak mengunjungi saudaranya di Pulau Bawean.

“Kita sudah enam hari ada di Gresik dan nggak ada kapal, bagaimana ini. Sementara izin cuti bekerja di Malaysia hanya dua minggu,” kata Farah mengeluhkan kondisi yang sedang dialaminya dengan dialek Malaysia.

Sementara Juhri, warga asal Kecamatan Tambak sudah enam hari tertahan di Gresik. Ia mengaku sudah mulai kehabisan bekal, karena semestinya sudah berada di Bawean. “Sejak kemarin terpaksa pinjam uang ke teman untuk biaya hidup,” kata Jufri.

Ketua Pemuda Bawean di Gresik zakaria berharap segera ada bantuan kapal untuk penyeberangan Gresik-Bawean saat cuaca buruk seperti sekarang ini. “Karena kapal yang ada selama ini tidak bisa beroperasi bila gelombang laut di atas 2 meter,” kata Zakaria.

Update Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sangkapura Bawean mencatat, tinggi gelombang laut di perairan Gresik-Pulau Bawean pada 29 Januari-2 Februari 2017 diperkirakan 0,8 meter hingga 3,5 meter.

Karena itu, sejumlah kapal yang biasanya melayani penyeberangan Gresik-Bawean maupun sebaliknya tidak boleh beroperasi, baik kapal ASDP, Giliiyang maupun kapal cepat Express Bahari. Larangan beroperasi demi keselamatan kapal dan penumpang.

Gelombang laut Bawean diperkirakan mulai normal kembali dua hari lagi. Selama tidak berangkat, ABK kapal Express Bahari memilih membersihkan kapalnya. “Kapal sudah enam hari sandar nggak berangkat,” kata Abdullah, Abk kapal Exspress Bahari. (amn)