Bupati Gresik Perintahkan Inspektorat Periksa Kasus Atap Sekolah Ambruk

Puing-puing bekas atap bangunan SMPN 2 Kebomas, Gresik, yang ambruk tanpak berserakan. (Foto: BG/Amn)

BeritaGresik.com – Kasus ambruknya atap gedung SMPN 1 Bungah dan SMPN 2 Kebomas, Kabupaten Gresik, dalam waktu yang berdekatan menyita perhatian publik Greaik. Terlebih, kedua sekolah tersebut rupanya sudah pernah dilakukan renovasi.

Menanggapi kejadian ambruknya atap dua sekolah di wilayah yang dipimpinnya itu, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengaku sangat kecewa dengan kualitas proyek pembangunan kedua sekolah itu.

“Sekolah itu kan baru direnovasi tiga tahun yang lalu,” kata Sambari kepada beritagresik.com seusai memimpin peringatan Hari PGRI dan Kopri, di depan Kantor Pemkab Gresik, Kamis (29/11/2017).

Sambari bahkan memerintahkan kepada pihak inspektorat Pemkab Gresik untuk menyelidiki kasus ambruknya atap sekolah, baik yang terjadi di SMPN 1 Bungah maupun kejadian di SMPN 2 Kebomas.

Selain itu, Bupati Gresik dua periode itu juga meminta kepada pihak guru untuk turut mengawasi setiap ada proyek pembangunan di sekolah masing-masing. Pemgawasan itu dinilai penting agar pengerjaan proyek dilakukan dengan benar.

“Supaya kontraktor yang mengerjakan proyek di sekolah itu mengerjakannya dengan benar dan sesuai dengan sfesifikasinya,” tutur Sambari.

Sebelumnya, atap bangunan laboratorium SMP Negeri 1 Bungah, Gresik, ambruk setelah diguyur hujan, Jumat (24/11/2017). Padahal, bangunan tersebut baru dibangun dengan Dana Insentif Daerah (DID) 2017 senilai Rp200 juta.

Tak berselang lama, atap bangunan SMPN 2 Kebomas ambruk, Rabu (28/11/2017) pagi. Padahal, atap bangunan sekolah itu pernah direnovasi tiga tahun lalu. Dengan begitu, ada dua kejadian atap sekolah ambruk di Gresik dalam sepekan. (amn/as)

No Response