Bupati Gresik Hentikan Pengurukan Lahan Perusahaan di Manyar

0
115 views
Bupati Sambari saat meminta pihak Maspion Manyar menghentikan aktifitas reklamasi dan pengurukan tanah karena melanggar aturan. (Foto: BG/Amn)

BeritaGresik.com – Bupati Gresik Sambari Halim Radianto meminta perusahaan PT. Maspion Industrial Estate (MIE) untuk menghentikan aktivitas pengurukan lahan di wilayah Manyar. Kegiatan itu dihentikan karena dinilai tidak sesuai Surat Perintah Kerja (SPK).

Sambari mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melakukan pemantauan terhadap aktivitas yang dianggap tak sesuai aturan itu. Dia bahkan telah memerintahkan kepada dinas terkait untuk melihat secara langsung proses pengurukan tersebut.

“Kami sudah lakukan pemantauan melalui dinas terkait, dan sudah jelas-jelas hal itu tidak sesuai dengan SPK yang disampaikan kepada pemerintah,” ujar Bupati Sambari, Selasa (29/8/2017).

Dari pemantauan itu pula didapati bahwa pengurukan menggunakan material dolomit. Padahal, terang Sambari, dalam SPK tercantum jika pengurukan menggunakan material padel dan landstone.

Sambari berharap agar perusahaan turut mengawasi penggunaan material sesuai peruntukannya. Dia mengingatkan pihak perusahaan untuk menggandeng rekanan yang dapat dipercaya. “Kalau kontraktor tidak jujur, lebih baik diblacklist saja,” ucapnya.

Untuk itu, Sambari meminta agar perusahaan tersebut menghentikan sementara waktu kegiatan pengurukan hingga perusahaan mengantongi legalitas yang jelas.

Smentara itu, General Manager (GM) PT. MIE Ahmad Saiful Anam mengaku jika SPK yang disampaikan kepada pihak kontraktor pengurukan menggunakan material padel dan landstone. Namun di lapangan, pengurukan menggunakan material dolomit.

Terkait pengurukan ini, pihaknya dikatakan menggandeng PT. SA sebagai rekanan. “Yang kami tahu, pengurukan itu sudah sesuai SPK. Kami tidak periksa secara detail terkait bentuk fisik material yang digunakan PT. SA untuk pengurukan,” jelasnya.

Saiful menambahkan, pihaknya bersedia menghentikan kegiatan pengurukan tersebut. “Kami bersedia menghentikan sementara dan segera mengikuti prosedur yang telah ditentukan,” ucapnya.

Selain PT MIE, perusahaan lain yang kedapatan melakukan pengurukan dan tidak sesuai dengan SPK adalah PT. AK di wilayah Kecamatan Kebomas, Gresik.

Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gresik Suyono menuturkan bahwa saat ini Bupati Gresik tengah gencar-gencarnya melakukan penertiban terkait perizinan pembangunan di kabupaten Gresik.

“Pak Bupati ingin pembangunan di Gresik sesuai dengan apa yang diharapkan. Yang paling penting adalah terkait dengan perizinan. Oleh sebab itu, Pak Bupati kini sedang gencar melakukan penertiban,” pungkas Suyono. (amn)