Pace Ndoyong, Kelompok Pengajian yang Digagas di Warung Kopi

0
33 views
Persiapan pengajian Jam’iyyah Maulid Al Habsyi Pace Ndayong, Manyar, Gresik. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Jam’iyyah Maulid Al Habsyi “Pace Ndayong” merupakan kelompok pengajian yang terdapat di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Saat ini, kelompok pengajian tersebut sudah memiliki ratusan jamaah.

Kelompok pengajian yang dipimpin Ishomul Yaqin Idris ini berdiri pada 24 Sya’ban 1430 Hijriyah. Menurut Ishomul, gagasan tentang pendirian perkumpulan ini berawal dari nongkrong di warkop, hingga akhirnya tiap malam minggu mengadakan masakan.

“Disitulah mulai muncul pemikiran dari kawan-kawan yang biasa kumpul tersebut. “Luweh apike gak masakan thok rek, ayo masakan tapi maringoni nggawe acara sholawatan, mari sholawatan baru mangan,” kata Ishomul, Sabtu (29/4/2017).

Setelah semua sepakat, terang Ishomul, mulailah mengadakan kegiatan dari rumah ke rumah. Ternyata kegiatan tersebut disambut antusias oleh masyarakat dari kalangan anak muda, anak kecil dan orang dewasa.

Seiringnya berjalannya waktu, bertambah pula para simpatisan Pace Ndoyong dari 10 orang menjadi 25 orang. Pada saat itu pula Ishomul Yaqin sempat sowan atau bertandang ke kediaman ke almaghfur lahu hadrotul walid romo ”KH. Idris Sahlan.

”Dan disitu saya diberi wejangan dengan memberikan semangat, beliau memberikan amalan berupa rhotibul khaddat untuk dibaca sebelum pembacaan maulid dimulai. Beliu juga mengusulkan agar setiap melaksanakan rutinan ada acara sekedar acara MAU’IDLOH meski sedikit,” ujarnya.

Pada waktu diresmikan, Pace Ndoyong dihadliri para tokoh masyarakat Manyar dan Wakil Bupati Gresik SASTRO SUWITO yang juga turut memberikan sambutan. “Yang saya ingat dari beliau, Pace seng bakal melbu suargo yo cuma Pace Ndoyong,” katanya dengan nada gurau sontak disambut tawa dari para jamaah.

Pada perkembangannya Pace Ndoyong dalam pertemuan rutin (AHAD MALAM SENIN LEGI) yang tadinya hanya dihadiri hanya 10 orang, kini dihadiri ratusan orang termasuk dari luar Manyar, termasuk para Habaib dari Gresik.

Para habaib juga punya pemikiran untuk mendirikan majlis pecinta rosululloh level Kabupaten Gresik yang diberi nama MAJLIS MAULID SIMTUDDUROR NURUL MUSHTHOFA yang di komandani oleh ALHABIB HASAN BIN ABDULLOH ASYEGAF GRESIK yang dukung oleh GASPIQGRES gresik, PACE NDOYONG Manyar, MADIHUNA Bungah dan jama’ah DARUL IKROM KEDANYANG GRESIK.

Nama Pace Ndoyong diambil dari nama tempat berkumpul di warung kopi yang dulunya ada satu buah pohon pace atau mengkudu yang buahnya lebat, sehingga miring ke kampung atau ndoyong. “Meski baunya nggak enak tapi insyaalloh sebagai obat yang mujarab,” punhkas Ishomul. (as)