Pers dan Warga Gresik Diminta Perangi Berita Hoax

Peringatan Hari Pers Nasional 2018 sekaligus memperingati Hari Jadi Kota Gresik ke-531 di Gedung Graha Sarana PT Petrokimia Gresik, Rabu (28/3/2018). (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Penyebaran hoax atau berita bohong di era teknologi sekarang ini dinilai sangat meresahkan dan merugikan masyarakat. Karena itu, insan pers dan masyarakat di Kabupaten Gresik diminta untuk memerangi berita bohong tersebut.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Gresik Moh. Qosim saat menghadiri peringatan Hari Pers Nasional 2018 sekaligus memperingati Hari Jadi Kota Gresik ke-531 di Gedung Graha Sarana PT Petrokimia Gresik, Rabu (28/3/2018).

“Rekan-rekan jurnalis yang ada di Gresik khususnya, harus menjadi komandan dalam memerangi berita bohong atau hoax yang dapat merugikan dan meresahkan masyarakat,” kata Wabup Qosim.

Dia mengatakan, bahwa di era kemajuan teknologi saat ini penyebaran informasi sangat mudah didapatkan masyarakat. Untuk itu, perlu adanya peningkatan wawasan dan pengetahuan agar informasi yang didapatkan itu benar-benar akurat.

Dalam konteks ini, Qosim menilai peran jurnalis sangat diperlukan dalam hal penyebaran informasi yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Profesi sebagai seorang jurnalis sangat mulia, karena membantu menyampaikan informasi apapun kepada masyarakat, baik melalui media mainstream ataupun memanfaatkan teknologi informasi yang ada saat ini. Namun yang terpenting adalah peran jurnalis harus mampu membedakan berita tersebut akurat atau hanya informasi abal-abal,” ucapnya.

Manfaat lain yang dirasakan masyarakat dengan perkembangan informasi dan pembangunan daerah yang disampaikan oleh para jurnalis, yakni meningkatkan wawasan masyarakat dengan tingkat keingintahuan yang sangat tinggi.

“Kami yakin masyarakat saat ini sangat bijak dalam menerima informasi. Oleh sebab itu, perlu adanya sinergitas antara pemerintah, para jurnalis dan masyarakat untuk mengawal Kabupaten Gresik agar pembangunan berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan,” tutur Wabup.

Menurut dia, kehadiran pers seharusnya bisa menjadi mitra Pemkab dalam menyerap aspirasi masyarakat. Tidak hanya menyampaikan program-program pemerintah, pers juga harus membrikan informasi penting yang berguna bagi masyarakat dan pemerintah itu sendiri.

“Sehingga nantinya tercipta hubungan yang akrab dan saling menguntungkan antara Pemkab Gresik, pers dan masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, ia juga memberikan apresiasi lantaran menjadi ajang silaturrahmi antara pemerintah, insan pers dan masyarakat di Kabupaten Gresik.

Hadir dalam kegiatan ini, Asisten Deputi Olahraga Prestasi Kementerian Pemuda dan Olahraga RI Candra Bakti serta pengurus PWI Jawa Timur dan segenap kepala OPD di lingkungan Pemkab Gresik. (iis/as)

No Response