Polisi Cek Atap SMPN 2 Kebomas Gresik yang Ambruk

Polisi saat melihat atap gedung SMPN 2 Kebomas Gresik yang ambruk, Selasa (28/11) pagi. (Foto: BG/Amn)

BeritaGresik.com – Peristiwa atap gedung sekolah ambruk kembali terjadi. Kali ini atap gedung SMPN 2 Kebomas Gresik yang ambruk, Selasa (28/11/2017) pagi. Padahal, atap sekolah masih terbilang baru, karena dibangun tiga tahun yang lalu.

Menurut Ibu Karim, warga yang tinggal di depan SMPN 2 Kebomas, peristiwa itu terjadi pada pagi hari, sekitar pukul 06.15 Wib. Sat itu, terdengar suara gemuruh dari dalam komplek sekolah SMPN 2 Kebomas.

“Waktu itu saya pas ada di dalam rumah, mendengar suara gemuruh dan langsung keluar rumah, ternyata suara itu berasal dari dua atap sekolah di depan rumah. “Saya sempat tercengang melihat genting diatas atap itu berjatuhan,” kata Bu Karim.

Setelah beberapa jam kemudian, terang Bu Karim, tanpak datang beberapa tukang. Mereka langsung membersihkan puing-puing atap gedung SMPN 2 yang ambruk.

Seorang pemilik warung yang berada tepat di depan SMPN 2 Kebomas menuturkan, saat kejadian terdapat beberapa siswa di sekitar lokasi. Beruntung tidak ada korban jika dalam kejadian itu. “Mereka langsung berhamburan,” kata pemilik warung.

Nabil, salah seorang siswa di SMPN 2 Kebomas Gresik mengatakan, bahwa atap gedung yang ambruk itu terjadi di kelas satu. Selain itu, ada dua ruangan yang atapnya ambruk. “Semua itu yang ambruk ditempati siswa kelas 1,” terang Nabil.

Sementara itu, anggota Polsek Kebomas Ipda Said yang saat itu melihat atap kelas ambruk mengatakan, berdasarkan penjelasan dari pihak sekolah bahwa atap yang ambruk itu merupakan atap galvalum yang dibangun tiga tahun yang lalu.

“Diduga karena tidak kuat menahan beban sehingga ambruk,” kata Said saat melihat atap gedung SMPN 2 Kebomas yang ambruk.

Polisi satu balok dipundaknya tersebut menambahkan, ada dua siswa yang sempat menjadi korban ambruknya atap SMPN 2 Kebomas. “Tadi ada dua siswa yang kakinya sempat terkena atap genting yang jatuh,” ujarnya.

Ahmad Jidi, dari Gresik Institute menilai, ambruknya atap bangunan sekolah harus menjadi perhatian dari bupati. Pasalnya, dalam bulan November ini saja sudah ada dua kejadian, yakni ambruknya atap SMPN 1 Bungah dan atap SMPN 2 Kebomas.

“Jadi, ini perlu mendapat perhatian serius Pak Bupati. Pasti ada yang tidak beres dalam kontruksi atap sekolah tersebut,” kata Jidi. (amn/as)

No Response