Kapal Tak Berlayar, Ratusan Santri Asal Bawean Terlantar di Pelabuhan Gresik

0
111 views
Ratusan santri Sidogiri asal Bawean yang ada di penampungn PBG dan KWBG di Jalan Basuki Rahmat Gresik. (Foto: Amn)

BeritaGresik.com – Sebanyak 130 santri Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan asal Pupau Bawean terlantar di Pelabuhan Gresik. Mereka terpaksa harus tinggal di sejumlah tempat di sekitar Pelabuhan, setelah kapal yang akan ditumpanginya batal berlayar ke Pulau Bawean, Gresik.

Kapal Bahari Express yang dijadwalkan berlayar ke Pulau Bawean dari Pelabuhan Gresik pada Selasa (28/11/2017) pagi pukul 09.00 Wib tidak jadi berangkat, karena cuaca buruk atau gelombang laut tinggi yang saat ini terjadi di Laut Jawa.

Muhammad Aufa, konsulat santri asal Pulau Bawean mengatakan, rombongan santri Sidogiri yang jumlahnya mencapai 130 orang sudah memesan tiket semua. “Tapi kita tidak bisa pulang ke Bawean karena kapal tidak berangkat,” kata Aufa.

Padahal, lanjut Aufa, para santri ini hanya mendapatkan izin libur Maulid Nabi dari pondok pesantren selama seminggu. “Momentum libur seperti inilah yang kita manfaatkan untuk melepas kangen dengan orang tua dan teman di Bawean,” tuturnya.

Karena itu, jika sampai tiga hari ke depan belum juga ada kapal yang bisa berlayar, mereka terpaksa harus mengurungkan niatnya untuk pulang ke Bawean. Pasalnya, masa cuti yang diberikan pesantren tempat tempat para santri mondok sangat terbatas.

“Jadi, kalau sampai tiga hari kita terlantar di sini (Gresik), kita akan batalkan untuk pulang ke Bawean, karena masa cuti pondok yang terbatas,” ucap santri asal Desa Bululuar, Kecamatan Sangkapura itu.

Serupa dialami Zakiya, warga Pekalongan Kecamatan Tambak. Dia mengaku sudah memesan tiket kepulangannya ke Pulau Bawean pada hari ini, tapi tidak jadi pulang karena kapal batal berlayar. Dia juga hanya bisa pasrah dengan wajah penuh harap.

Zakiya berharap pemerintah segera mengupayakan adanya kapal bantuan yang bisa berlayar ke Pulau Bawean, mengingat saat ini banyak warga Bawean yang ingin pulang untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di kampung halaman.

“Ini saya sudah belanja pesanan tetangga untuk acara perayaan Maulid Nabi yang rencananya akan dilaksanakan tangal 1 Desember. Ini bagaimana kalau sampai tanggal 30 Desember gak ada kapal bantuan ke Bawean,” ucapnya penuh tanya.

Data BMKG Tanjung Perak Cabang Bawean menyebutkan, ketinggian gelombang laut di perairan Pulau Bawean pada 28 dan 29 November mencapai 3 meter. Ombak diprediksi turun pada 30 November 2017, tapi ketinggian masih di atas 2 meter.

“Sementara ketinggian gelombang yang aman untuk kapal cepat seperti Bahari Express dan Natuna Ekpres maksimal 2 meter,” kata salah seorang petugas Adpel Gresik yang tak mau disebutkan namanya. (amn/as)